27.11.20

Boleh kok Sedih...




Mungkin kalian hanya kosong yang tanpa sengaja saling mengisi, kalian hanya sunyi yang saling memecah hening.

Sudah... jangan nangis lagi. bahkan alasan untuk kamu tersenyum masih belum sanggup untuk kamu hitung. 

Kecewamu tidaklah salah kalau kau basuh dengan air mata, tapi hatimu tidak akan makin baik-baik saja.

Daripada mengharap dia perduli padamu, penting kamu harus lebih dulu perduli pada dirimu.

Boleh sedih,

tapi buat apa?

buat dia yang kamu tahan mati-matian tapi baik hati maupun kakinya tetap melangkah menjauh?

kalau dia tidak bisa menilai betapa berharganya tulus yang kamu kasih, coba nilai lagi. apa dia layak?

Sudah biarkan saja ia terbang, untuk apa kamu tetap memaksa untuk merawat sayapnya kalau nyatanya ia tetap tidak ingin terbang bersamamu.

;) 

Boleh kok sedih, tapi... buat apa?

12.8.20

KEMANAPUN

Aku menelusuri langkahku kebelakang, bukan karena aku lelah dan menyerah. 
Karena kita sepakat mencari awal dimana ini bermula, mencari titik dimana hal yang bermakna mengalir dari yang hanya biasa. 
Benarkah? 
Bagaimana kalau sejak awal tidak ada yang biasa.
Bagaimana kalau sejak bait pertama semua memang sudah lebih dari ratarata.
Itu versi ku, lalu pada sudut pandangmu?

Aku kembali pada langkahku, karena tak kudapatkan jawaban.
Dalam perjalanan, aku baru sadar jarak yang sudah ku lampaui, apa benar aku sudah berjalan sejauh ini? Pantas aku merasa agak lelah.

Kemudian setiba diriku pada titik dimana kita memulai kompromi ini, disana aku melihatmu hanya sejauh 2 hasta dari tempatku.

Kamu tak pernah mengawali apapun?
Apakah langkahku terlalu tergesa?
Apakah dirimu menunggu aba-aba?

kenapa kita tidak pernah bisa berjalan beriringan?
jika sejak awal tujuan kita memang sama, atau itu hanya antara aku dan perkiraanku?

jika kamu tidak mau pergi, tidak apa-apa, aku akan disini, menemanimu dan menggenggam tanganmu. kita akan kemana. aku akan mengiringimu dalam gerak langkah maupun diammu. katakan saja, aku ikut, sebab aku tidak ingin kehilanganmu lagi. aku tidak ingin kau mencari lagi walau aku tidak pernah sembunyi.

karena aku sekarang mengerti, kemanapun dan sejauh apapun. jika tanpa kamu, sepertinya aku tidaklah kemana-mana...



24.7.20

Iya... Aku berbohong...

maaf aku berbohong padamu, jika harus aku katakan dibalik kata baik-baik saja saat kamu begitu samar dalam nyataku, padahal begitu nyata dalam anganku.
maaf jika aku katakan kalau aku baik-baik saja, padahal bersamaan hatiku sedang lelah menjamu rindu yang tak henti berkunjung.

aku tidak ingin membagi sedihku padamu, biarlah hanya aku dan yang Maha Mendengar tangisku yang tau seberapa sesak aku menginginkan agar Ia tunjukkan kuasanya untuk hanya sekedar menghadirkan dirimu untukku, hal yang tidaklah sulit dan tidaklah mustahil bagi-Nya.

maaf aku berbohong, ketika ku katakan kalau aku percaya kamu baik-baik saja sementara otak dan hatiku terus bekerja dengan banyak praduga, dibalik semua keterbatasann yang harus ku hadapi ketika aku menemani bayanganmu.

kepadamu yang hadirnya akan membuat sang rindu berpulang, memberitahunya kalau waktu bertamu sudah usai, karena saat itu kala pada akhirnya aku bisa melihat senyata-nyatanya kedua matamu dan mendengar sejelas-jelasnya suara tenangmu. ntah kapan, ntah akankah.... 

aku berbohong bahkan pada diriku sendiri, mengatakan pada hatiku seakan apa yang aku andaikan tentangmu adalah  hal pasti yang tidak perlu ku takut sia-sia, padahal sejujurnya seperti yang sama-sama aku dan dirimu tau, semuanya yang mengelilingi kita masih berwujud harap ... 
 

4.7.20

Bianglala...

Malam ini langit cerah, tapi kamu bersikukuh kalau langit hari ini mendung dan dingin. tak ada bantahan, tidak bisa ku paksa cuaca untuk selaras hanya untuk menghibur perasaanku seolah kamu berada hanya beberapa meter disekitar tanah yang ku pijak. 
Aku perempuan yang ingin kamu selalu jujur, tapi aku sendiri tidak bisa membohongi diriku kalau hati ku senang saat kamu berbohong, mengatakan sekarang baru masuk waktu maghrib, padahal aku tahu jelas-jelas kamu sudah selesai shalat isya.

ketika aku menyayangi seseorang, sejujur itu aku pada perasaanku, tapi harusnya ku katakan sebenarnya aku sungguh-sungguh sudah lelah melalui perasaan yang bagai bianglala di wahana dufan ini, sesuka apapun aku naik wahana itu, pasti kepala ku akan pusing dan nafasku akan sesak jika terus menerus ku paksakan.

aku tau kita masih bagai abu-abu, belum jelas warna dari cerita ini, ntah hitam atau putih. aku tau kalau aku hanyalah asing yang membuatmu terbiasa. 
bahkan jika kita tidak lagi ada, aku yakin semua akan kembali pada biasa menjadi kamu dan aku.

kamu seperti datang tersenyum dan diam, tanpa bicara atau mengulurkan tangan, tapi yang jadi pertanyaanku, kenapa harus dengan senyum itu? yang jika saja hilang, mungkin sirine sesak didadaku akan aktif.

kamu menahanku hanya dengan diam mu, tidak dengan menggenggamku atau paling tidak mengatakan untukku tetaplah disini. aku hanya diam menunggu yang diam.

lalu setelahnya tak ada jaminan kamu pun bisa pergi kapan saja.

tapi tidak apa-apa.
terimakasih... mungkin kamu tidak ingin aku jadi jahat dan menyalahkan dirimu atas hal-hal tidak diinginkan yang mungkin saja terjadi pada hatiku nanti.
ya ... kamu sebaik itu ternyata :)

lalu jika kamu melihat hujan dipipiku, kamu tidak perlu merasa bersalah ...
mungkin aku menangis karena lelah naik bianglala.


Menepi....



Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?
Yang harus 'ku pendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi

1.7.20

Waktu.......


Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat,
aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka untuk terlambat.

Di waktu aku terbangun dan masih sibuk dengan sisa kantukku,
kamu sudah hampir usai menyelesaikan sarapanmu....

Di waktu aku mempersiapkan diri untuk rutinitas kerjaku,
kamu sudah larut dalam tugas-tugas kantormu...

Di waktu aku sedang bingung untuk pesan makan siang apa,
kamu justru sudah selesai leha-leha dan kembali pada kerjamu....

bukan kah aku jadi orang yang sangat tidak disiplin jika dibandingkan denganmu? :) 
bahkan tidak hanya pada rutinitas kerja kita,
dipenghujung hari saat kita mengurus lelah kita di waktu kita masing-masing...

saat aku bernapas lega tiba di rumah meluruskan kaki melepas lelah,
kamu sudah bersih dan selesai makan malam...

saat aku merasa sudah punya waktu untuk mengganggumu,
mata lelahmu yang menahan kantuk membuatku tidak tega membuatmu tetap terjaga...
walaupun aku harus sendirian, tapi aku tenang bisa menahan diri untuk tidak jadi perempuan menyebalkan yang membuatmu berkawan dengan lelah...

aku minta maaf tapi aku tau kita tidak bisa menyalahkan siapapun, lebih dari itu aku justru menikmati keadaan ini, sebab aku percaya apa yang kita lalui hari ini adalah sebab atas kuasa-Nya.
lalu sebenarnya ada apa dengan kita?
kita...
ternyata bukan hanya antara kamu dan aku,
tapi yang kuasa menghadirkan "jarak" diantara aku dan dirimu...
berkalikali aku mengingatkan diriku untuk percaya bahwa Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk aku dan dirimu, saat ini Allah hadirkan jarak, Allah ingin mungkin ingin jarak menjaga kita, menjaga kita dari kondisi dekat diwaktu yang salah.
lalu maukah kamu membantuku untuk tetap yakin dan menjaga mimpiku dalam sabar...
sisanya biarlah kita bertawakkal pada apa yang Allah jadikan nantinya :)

tambahan sedikit ku kutip dari film boleh ya..


30.6.20

MEREKA

aku dan hidup yang ku jalani...

Meskipun berat dan tak mudah, 
bahkan sering kali ingin menyerah.
tapi aku tau aku harus bertahan,
demi mereka yang menjadikan ku harapan,
mereka yang percaya padaku...
bahkan sebelum aku bisa mempercayai diriku sendiri...

ya...
ayahku...
ibuku...
aku ingin jadi sebaik-baiknya putri untuk mereka...

aku tau dan sadar...
apapun yang sampai saat ini dan nanti sanggup ku lakukan,
tidak akan sebanding dengan semua kasih sayang yang mereka berikan untukku.
bahkan mungkin mereka sering kali kecewa.

ya Allah...
terimakasih telah memberikan kasih sayang sempurna yang Engkau hadirkan melalui tangan lembut mereka,
ya Rabb...
untuk mereka selalu tak pernah henti ku panjatkan do'a pada-Mu, berilah mereka berkah Mu ya Rabb...
berilah mereka sehat, jauhkan mereka dari sakit baik lahir maupun batin,
ya Rahmann...
berikanlah mereka waktu yang panjang untuk bisa menemaniku di dunia yang singkat ini... berikanlah aku kesempatan tak terhitung untuk bisa melukis senyum bahagia diwajah keduanya ya Allah...
-aamiin-


25.6.20

Aku juga bingung.

Kalau pagi ini aku ucapkan maaf, pasti kamu bingung.
Untuk apa?
Sebenarnya ini hasil dari jam jam overthinking tadi di sepertiga malamku.
Aku pun minta maaf pada diriku sendiri.

Aku berkata pada diriku aku tidak layak menyayangimu, seberusaha apapun aku mencoba. Setelah ku pikir lagi, tetap saja aku tidak layak.

Aku mencari halaman kosong dibuku ku.
Untuk ku tulis ceritaku tentang dirimu,
Buku ini sudah hampir full, 70% memang diisi coretan dan sisa nya, adalah segudang rahasiaku yang hanya Allah yang bisa tau tanpa membacanya.

Setelah ku buka lembar per lembar. Akhirnya ada 1 halaman bersih.

Dulu aku berpikir, apapun yang aku ceritakan disini, aku tidak mau membuka seri baru, aku tidak mau menulis chapter II, aku lelah... aku hanya akan menulis yang paling tepat untuk ku tulis, untuk jadi penghabis di lembar kosong itu.

Jadi kamu aku tulis atau tidak? :)
Sudah atau tidak jadi?

Ku lihat lagi, aku sadar walau tidak ingin sadar. Kalau hanya aku yang meyakinkan diriku sendiri, meyakinkan perasaanku kalau aku "benar" telah menyayangi dirimu. Tapi kamu? Kamu mungkin marah kalau aku tetap ragu, tapi biasanya aku percaya perasaanku, dan yang aku rasakan... aku disini sendirian, menatap wajahmu yang terus menjawabku tapi tetap tertunduk.

************

Syifa nulis apa sih bingung...

18.6.20

CUKUP KAH?

cukup kah perasaan untuk menahan seseorang?
cukup kah jujur untuk mendapat percaya?
cukup kah memperhatikan untuk dapat paham?
cukup kah mendengar untuk dapat membuatmu terus bicara?
cukup kah menggenggammu untuk dapat menghilangkan cemasku?

kembali ku tanya padamu, cukup kah perasaanmu dengan dia bertahan ?
kembali ku tanya padamu, jujurkah kamu jika ia percaya?
kembali ku tanya padamu, tetapkah perhatianmu setelah kamu pahami dia?
kembali ku tanya padamu, lelahkah pendengaranmu jika ia terus berkata?
kembali ku tanya padamu, amankah ia jika tanganmu menggenggamnya?

cukup tidaknya sesuatu adalaah tergantung pada dirimu, tergantung pada sejauh mana perjuanganmu dan setinggi apa harapanmu.
karena perjuangan dan harapanmu haruslah 2 laju dengan 1 arah, yang akan bertemu pada titik yang sama dalam sebuah cukup.


12.6.20

Ia Takkan Berkehendak

Dear kamu,

aku tau aku hanya wanita biasa,
aku tau kalau aku hanya satu dari banyak yang mendo'akanmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang memantaskan diri untukmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang mengagumimu,
karena aku tau jumlah teman wanitamu pasti melebihi jumlah yang sanggup ku terka.

tapi aku tidak ingin memaksa,
aku tidak ingin mengiba.

untuk segala yang Allah telah gariskan,
aku yakin itu terbaik untuk diriku,
karena sememukau apapun kamu dimataku,
kalau bagi-Nya kamu bukan yang terbaik bagiku,
Ia takkan berkehendak,
pun sebaliknya diriku.



22.5.20

Aku pergi yaaaa...


Baiklah...
Sudah tidak apa-apa,

Walau sebenarnya aku belum ingin dan sungguh tidak ingin.
Tau nggak kenapa?
Sebenarnya aku ingin menetap,
Aku ingin tetap melihat senyummu,
Membuatmu tertawa,
Tapi aku tetap sadar diri,
Sadar porsi dan posisiku.

Aku pergi ya,
Untuk tak akan mengganggumu lagi,
Untuk lenyap dari duniamu,
Untuk kembali jadi asing bagimu.

Tapi boleh aku minta satu hal?
Aku ingin kamu tetap tersenyum dan lebih bahagia.
Bahagia yang tidak pernah bisa kamu undang aku didalamnya,
Karena aku sadar porsi dan posisi ku,
Iya
Aku bukan siapa-siapa.

Aku hanyalah asing yang menginginkan untuk berada dibelakangmu, 
mengiringi setiap jejakmu,
Mendukung apapun yang jadi citacitamu.
(Aku jadi support / tank hehe, demi Allah aku bahagia kamu savage) 

Memang aku udah ngelakuin apa ya?
Gak ada buktinya ya?
Bahkan tanpa pertemuan yang hanya bisa terjadi jika Allah berkehendak.
Tapi jauhh dari itu, 
Semua tersemat dalam harapan yang ku sebut do'a.

Aku sudahi ya...
Jadi pengikut rahasiamu...
Semoga jika kamu atau aku sudah tidak saling mengingat nama satu sama lain,
Aku masih bisa mengingat dirimu sebagai sebuah kisah manis yang pernah membuatku tersipu malu dihadapan-Nya...
Dan semoga disaat yang sama...
Allah juga menjaga do'aku agar tetap Ia menghendaki mu bahagia, walau tanpa hadirku dibelakangmu lagi....


16.5.20

Mungkin Bukan

Sebab bila masih ada ragu, mungkin memang bukan aku yakin yang kamu cari. 
Jika masih ada hal dalam diriku yang kemudian membuatmu berpikir untuk menimbangku sesaat setelah kamu mengetahuinya... ya mungkin bukan aku.

aku melihatmu dalam kagum bahkan apapun kurangmu aku tidak mau tau, bukan karna aku takut pandanganku akan berubah, tapi apapun itu memang aku tidak perduli, ntah kenapa Allah menjadikanmu lakilaki yg sangat luarbiasa dimataku. tapi.... kamu justru melihatku dari cacatku, aku bukan wanita sempurna, bahkan jauh dari kata itu, aku punya banyak kurang yang bahkan sudah cukup membuatku sedih tanpa perlu opini darimu, jadi terimakasih karna kemudian pandangan dan penilaianmu berhasil semakin mencedarai percaya diriku...


10.5.20

Sahabatku ini, Dia Wanita Biasa






bismillah...
sore ini sahabat aku nyepam di whatsapp ....
dia bilang dia mau curhat.

--------
dia bilang dia gusar, dia merasa seperti takut salah kalau tidak ada yang mencegah dia dan perasaannnya.
"kamu udah doa?"
"udah" jawabnya tersedusedu.
"terus gimana? yaudah lillah aja. biar Allah yang bawa kemana perasaan kamu."
sebentar dia diam dan cuma terdengar suara isak tangis dari sana, sebenernya awalnya aku bingung kenapa dia sedih, dia cuma ngelawan batin dan perasaannya sendiri. bukannya cuma dia yang harusnya paling paham? iya kan? hehe.
"justru karna aku udah lillah... biar Allah yang atur perasaan aku. cuma kyanya kok pas aku pikir. kya otak aku tuh kasian sama hati aku... otak aku mau berentiin hati aku... tapi gak bisa. aku harus gimana?" dia nangis sejadijadinya, aku bingung aku tenangin dia. rasanya kalau bukan inget ini lagi puasa, aku mau nyuruh dia duduk terus minum air dingin biar hati sama otaknya adem.
ok... aku tarik nafas... dan coba menelaah dan paham gimana perasaannya dan ngertiin dia sedang dalam kondisi apa.
"jadi kenapa? mungkin itu memang udah dari Allah. perasaan kamu... hati kamu.... kamu kan selama ini selalu isi dengan perasaan dan kepasrahan pada Nya kan? kenapa kamu takut dan kasian?" aku bertanya sambil berharap dia bisa memberiku cerita yang bisa aku paham tanpa perlu mutermuter.
dia memberikan penjelasan cukup lama. masih dengan nada terisak. panjang. rumit. tapi aku berusaha paham.
rasanya aku ingin bilang ke pemuda yang ia maksud. tapi gimana? sepertinya aku gak bisa bilang langsung. panjang ingin aku jelaskan, seandainya Allah izinin aku bicara. mungkin aku akan bilang begini:

Bismillah...
kepada kamu lakilaki yang dimaksud sahabatku, aku hanya ingin kamu tau, dia wanita biasa yang perasaannya mudah terbawa dan terluka.
aku sudah lama kenal dia, pernah dia menemukan perasaannya sendiri tersesat.
tapi dari yang ku lihat, seperti kamu lakilaki baik (semoga) maka untuk saat ini aku rasa aku belum perlu mencegah dia matimatian buat menarik diri dari hidupmu.
aku ingin kamu tau dan kenal dia, agar aku lega kalau kamu bisa tidak menyesal ngebaperin ukhti ini.
aku kenal dia, biasanya dia gak suka ngeladenin da buang2 waktu. aku tau dia gak suka kegeeran... makanya saat ia sadar dia baper kaya sekarang -_- kasian dia jadi ngerasa salah dan kerepotan sendiri

dia wanita biasa, dia tau dia bukan wanita yang luar biasa sholihah dan tak luput dari salah dan khilaf. tapi insyaallah dia yang aku kenal, adalah wanita yang selalu belajar mau menjadi akhwat yang terjaga dengan segala keterbatasannya.

dia wanita biasa, kadang dia gugup dan ngebosenin sampeeee bikin ilfil, tapi... disaat ia nyaman, ia akan jadi dirinya yang menyenangkan, yang kadang tingkahnya terlalu kebaca kalau ia tidak ingin kehilangan perhatian darimu.

dia wanita biasa, kadang ia keras kepala.... yaaa karena seperti poin awal, bisa diliat, dia sangat memperhatikan baik itu perasaannya atau logikanya. itu karena dia gak bisa cuek. sulit untuk dia mengalihkan perhatian, mungkin bisa tapi itu pasti setelah dia bersusah payah.

dia wanita biasa, yang ngeselin banget karena sifat nya yang susahhhhhhh percaya diri, dia selalu dan selalu ngerasa nggak pantes. sifat dia ini yang selalu bikin khawatir, walaupun sifatnya ini menjadikan ia wanita yang selalu berusaha harus lebih baik dan lebih baik karena merasa dirinya selalu kurang. dan mungkin Allah kasih dia sifat ini untuk jadi penjagaan paling kuat untuk dirinya. eemmmm ngerti gak sih maksudnya? wkwk.

dan masih banyak lagi alasan dia ya cuma wanita biasa.
jadi, semoga semoga semoga, aku cuma bisa berharap semoga semoga semoga, kamu bisa menerima segala "biasa" nya dia yang setelah kamu tau justru jadi "istimewa" bagimu. atau mungkin kalau bukan kamu, aku berharap ia bisa pantas mendapat lakilaki baik yang bisa begitu. :)

----

tambahan...
tadi setelah dia sepertinyaaa sudah mereda dengan perasaannya, dia bilang dia agak terkejud, saat ia berusaha tenang setelah shalat ashar, ia mendoakan mu.
dan ntah apa Allah beri pertanda secepat itu atau itu hanya kebetulan, ia bilang saat ia membaca qur'an setelahnya, ntah apa kebetulan bacaannya kemudian tepat di surat al-qasas ayat 24 (tau kan?), jadi gimana aku pun gatau... wallahualam, mungkin pertanda dari Allah, atau hanya kebetulan. akupun gak berani jawab hehe. aku hanya bisa memberi dia semoga dan semoga dalam do'a ku... :)

1.5.20

Pindahan...



kamu belum moveon? belum moveon. pasti belum moveon. kenapa sih nggak moveon?

sesungguhnya saya capek dengan semua penghakiman orang-orang seperti ini.
memang apa ya yang menandakan kalo seseorang itu berhasil moveon?
apa dia harus bersama orang baru?
apa salah nya memilih sendiri?
bukan karna belum moveon kok, sendiri itu kan bukan berarti kita masih mengharapkan hal-hal yang udah terlampau jauh dari kita. gimana kalau untuk saat ini kita bisa jauh lebih membuat diri kita bahagia dengan tetap sendiri dan bersama orang-orang yang bisa kita sayang tanpa harus ada yang menyita lebih dari 50% perhatian kita.

apa moveon itu kita harus lupa 100%? berarti kita harus amnesia? *jedotin kepala*

------
Udah ...
Sampe situ...
Tulisan yang aku draft sekitar pertengahan 2017 silam. Sebenernya lupa pernah nulis begitu.

Yang enak dari baca tulisan lama itu. Kaya kita ngerasa masuk ke mesin waktu dan "hi I come from rhe future" enggak sih. Lebih ke geleng-geleng atau manggut-manggut.

Soal move on ini. Ya sipa gak mungkin lupa siapa yang aku maksud dari tulisan itu. Kalau boleh jujur mungkin saat itu sipa bisa dibilang udah moveon sih. Udah berhasil bahagia.
Lah apalagi sekarang ya? Hehe...
Enggak bukan itu sih yang mau dibahas.

Move on itu bukan soal berhasil lupa atau enggak. Ya iya betul.
Move on itu ya kalo kita bisa berhasil untuk gak kembali lagi sih. Paling gak jangan mikir untuk kembali lagi.

Tapi memang biasanya orang punya durasi moveon nya masingmasing.
Kalo aku?
:) jelas...
Lama...
Tapi gatau bener atau gak. Menurut aku.
Durasi yang lama udah paling bener sih.
Kalau masih baru kemarin. Terus udah pindah? :( kamu tuh apa? Pindah rumah atau kost2an aja butuh waktu buat packing kan?
Itu mah bukan pindah. Mungkin cuma temporary macem nginep :(
Jangan gitu ya...
Plis plis...
Beberapa orang yang aku kenal.
Justru mengalami dejavu bersamaan dengan hubungan baru selama fase moveon kaya gitu :( ya cuma kaya ngulang drama yang cerita nya sama tapi diperanin sama aktor yang beda / di remake gitu gak sih?


FOKUS






Biarkan dia fokus. Pada apa yang menjadi jalannya. Jika memang kamu dan dia adalah nama yang telah saling terkait di lauhul mahfuz, maka pasti akan bertemu waktu yang tepat. 
Sudahlah soliha. Jangan lagi teralihkan perhatianmu. Kembali lahh lagj sibuk tingkatkan kualitas dirimu. Bukan kah kamu melihat dia adalah sosok yang mengagumkan? Lantas bukan kah lebih baik kamu pantaskan dirimu untuk mengharap dirinya pada sang pemilik?
Soliha percayalah, dia akan baikbaik saja. Allah akan memberikan penjagaan Nya melalui do'a-do'a mu.

Tidak lah perlu bertanya kabar, mengucapkannya selamat pagi/ selamat malam. Cukuplah kamu melihat dia baikbaiksaja.
Curahkan perhatian Mu dalam takwa agar rindu mu dapat terperantara oleh do'a yang tulus.

Soliha, jika ia belum datang. Bukan berarti Allah tidak menghendaki kau bahagia, coba kembali lihat. Allah masih memberimu kesempatan, merasakan bahagia bersama orang tuamu, bersamq keluargamu, sebelum akhirnya kau harus curahkan abdimu pada lelaki beruntung itu.

Jagalah dirimu, jagalah hatimu, jagalah cintamu.
Hingga saatnya tiba ia datang dan inginkan tanggung jawab atas dunia dan akhiratmu.

:)
Dari : ku
Untuk : ku

Early 2020





30 April 2020,

Malam ke -8 di bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan… Ramadhan…

Sungguh suasana Ramadhan yang tidak pernah sekalipun terbayang bias seperti ini,

Ya Allah..
 aku percaya, apa yang terjadi tidaklah lepas dari kuasa dan izin Mu. Maka biarlah aku bertumpu dalam ikhtiar dan do’a dengan segala pasrah ku sebagai seorang hamba yang menerima dengan ikhlas segala yang telah Engkau tentukan.
Corona Virus, covid 19…
 sebutan-sebutan itu  terdengar pada akhir Desember 2019. Sebenarnya aku tidak begitu ingat kapan aku mulai melirik dan perhatian pada berita covid 19 ini, mungkin sekitar pertengahan bulan Januari atau awal Januari, yang bahkan saat itu aku sedang sibuk menyiapkan administrasi perjalan aku dan mama ke Mekkah :’) masyaallah… dengan sama sekali aku duga tentunya, Allah memanggilku untuk berkunjung.
Jujur dengan tanpa rasa takut untuk melakukan perjalan jauh, disaat China sedang genting-gentingnya membuat dunia geger.

3/02/2020

H-4 keberangkatan umroh, masih sibuk ngejar pendingan kerjaan supaya bener-bener nggak nyusahin orang yang udah baik banget mau ngejanjiin backup :’) wkwk, iya kan akum ah sadar semua tuh sibuk, jadi kita harus tetep ya berusaha buat nggak jadi beban.

Hemmm bahkan hari itu aku malah ke LTO buat lapor apa ya waktu itu lupa, Karena urgent, mendadak, ngga ada orang lagi, dan itu udah jam 2. Jadilah Syifa dengan ke-sok-ide’an nya pesen gojek bukan gocar, Karena takut macet, Taunya :”0 masyaallah ujan dong, yaudah gpp gpp. Kayanya kuat deh.
Tapi sumpah sok tau banget emang akutu, dan nggak bakat buat sugesti diri, jadi deh alhamdulillah sakit.
Demam meriang….

Alhamdulillah sakitnya Cuma sebentar, Cuma sehari.
Sambal makin mikir kenapa Allah Maha Baik banget ya.

7/02/2020

Berangkat ….
10 hari perjalanan yang dilalui disana, masyaallah… benerbener nggak terbayar sama apapun, rasanya nggak sanggup nahan air mata dan degup jantung saat bisa menatap ka’bah, serasa begitu dekat dengan Mu Ya Rabb..
Sejujurnya, selama disana, aku ngerasa jadi sebaik-baik nya diriku seumur hidup. Rasa tenang, sikap dan pola piker, nggak tau kenapa. Dan masyaallah udah paling tepat pergi berdua sama mama :’) nggak tau rasanya mau bersyukur gimana lagi, bisa ngerawat mama semaksimal mungkin selama disana.

Syifa rasanya nggak mau pulang, rasanya ingin terus ada disana, bisa ngerasain tenang, bahkan berjam-jam di Masjidil haram dan Nabawi, bikin makin betah.

Pernah dan sering denger cerita pengalaman dari mereka yang sudah pernah melakukan perjalanan ke tanah suci, termasuk juga mama dan bapa. Kalau selama disana kita pasti akan mengalami kejadian-kejadian yang nggak terduga, kita harus banyak sadar diri dan mohon ampun memang.
Dan ya, kalo dipikir kayanya emang aku ngalamin banyak hal nggak terduga sih, ada yang bikin diri aku ngerasa kayanya ini teguran dari Allah buat aku, dan ada juga hal-hal yang bikin diri aku nggak lepas dari rasa syukur.
Demi Allah… benar seperti apa yang aku dengar, kalian pasti ingin kembali.
Iya aku ingin kesana lagi rasanya :’) ya Allah…



Waktu.......

Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat, aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka un...