Habis selesai nonton kdrama Love Affair in the Afternoon.
Drama ini tentang perselingkuhan. Tapi ceritanya dibawa dari POV para pelakunya. Mereka digambarkan bukan sebagai orang jahat, melainkan dua manusia yang sama-sama merasa menemukan cinta yang tulus di waktu yang salah.
Selesai nonton, aku malah kepikiran satu kalimat yang sering banget aku dengar.
“Selingkuh itu pasti ada sebabnya.”
Setiap dengar kalimat itu, aku selalu merasa ada yang mengganjal.
Yaaa mungkin memang ada sebabnya. Semua hal yang dilakukan manusia pasti ada sebabnya. Tapi menurutku, punya alasan bukan berarti menjadikannya benar, bukannya itu cuma rasa bersalah yang terus mencari pembenaran?
Namanya pernikahan, mana ada yang mulus terus.
Pasti ada saat-saat capek. Ada salah paham. Ada rasa kecewa. Ada hari-hari ketika kita mempertanyakan, “Masih kuat nggak ya?”
Itu wajar.
Justru menurutku, di situlah hubungan diuji.
Makanya aku sering bingung ketika ada orang yang bilang mereka selingkuh karena hubungan di rumah sudah tidak bahagia.
Kalau memang hubungan itu sudah benar-benar tidak bisa diselamatkan, kenapa tidak diakhiri dulu?
Kenapa harus mencari orang baru sambil tetap mempertahankan yang lama?
Kenapa harus ada seseorang yang terus percaya semuanya baik-baik saja, padahal diam-diam hatinya sudah ditinggalkan?
Aku tahu, ada hubungan yang memang sangat toxic. Bahkan mungkin sampai membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.
Kalau memang begitu, aku justru berharap orang itu berani pergi.
Berani mengakhiri.
Berani jujur.
Walaupun pasti menyakitkan.
Karena menurutku, tetap bertahan sambil membangun hubungan dengan orang lain hanya akan menambah luka untuk lebih banyak orang.
Aku juga tidak bilang kalau jatuh cinta pada orang lain itu mustahil.
Perasaan kadang datang begitu saja. Tanpa direncanakan.
Tapi setelah perasaan itu datang, kita tetap punya pilihan.
Mau menjaga batas, atau membiarkannya tumbuh.
Mau jujur, atau memilih berbohong.
Mungkin itu sebabnya aku kurang setuju kalau perselingkuhan dibungkus dengan kalimat, “Ya, tapi kan ada sebabnya.”
Karena menurutku, semua orang yang berbuat salah juga punya sebab.
Yang membedakan bukan sebabnya.
Tapi pilihan yang diambil setelahnya.
Semoga Allah selalu menjaga rumah tangga kita semua, dan menjaga hati kita agar tetap setia ketika cinta sedang diuji.
Aamiin.