Dulu, aku cuma bisa bayangin umur 30 itu tua banget sih.
Kayaknya di usia itu orang orang tuh akan sudah selesai dengan usaha keras di hidupnya gak sih?
Sudah punya pekerjaan yang mapan, sudah tahu arah hidupnya, sudah gak bingung lagi menentukan pilihan. Pokoknya, kalau sudah kepala tiga, seperti rasanya hidup pasti lebih jelas.
Terus sekarang aku ada di usia itu.
Dan… ternyata biasa aja.
Kadang…
Aku masih punya rasa bingung.
Masih sering overthinking.
Masih suka nanya ke diri sendiri, “Ini udah bener belum ya?”
Yang berubah ternyata bukan hidupnya.
Yang berubah cuma tenaga dan energiku.
Aku udah gak sebersemangat dulu buat membuktikan sesuatu. Gak lagi segigih itu mengejar pengakuan orang. Bahkan untuk menjelaskan diri sendiri ke orang lain aja kadang rasanya malas.
Dulu kalau ada yang gak suka sama aku, rasanya pengin dicari tahu salahnya di mana.
Sekarang?
Yaudah.
Capek. Hehe
Bukan karena aku merasa paling benar. Tapi karena ternyata gak semua hal memang harus dijelaskan.
Aku juga udah gak terlalu punya energi buat mengejar hidupku sesuai standar hidup orang lain. Dulu lihat orang seumuran tuh udah ini, udah itu, rasanya kayak dikejar-kejar waktu.
Sekarang masih kepikiran sih… tapi cuma sebentar.
Habis itu ingat, hidup ternyata bukan lomba lari.
Masing-masing orang lagi sibuk menyelesaikan bagiannya sendiri.
Yang lucu, waktu kecil aku takut jadi tua.
Sekarang justru aku bersyukur bisa sampai di usia ini.
Karena ternyata bertambah umur bukan cuma soal angka. Tapi tentang pelan-pelan kehilangan keinginan untuk hidup demi tepuk tangan orang lain.
Mungkin itu yang berubah ketika usiaku menginjak 30.
Bukan hidupku yang tiba-tiba jadi sempurna.
Aku cuma mulai belajar memilih, mana yang benar-benar layak menghabiskan energiku.

Komentar
Posting Komentar