Aku menelusuri langkahku kebelakang, bukan karena aku lelah dan menyerah.
Karena kita sepakat mencari awal dimana ini bermula, mencari titik dimana hal yang bermakna mengalir dari yang hanya biasa.
Benarkah?
Bagaimana kalau sejak awal tidak ada yang biasa.
Bagaimana kalau sejak bait pertama semua memang sudah lebih dari ratarata.
Itu versi ku, lalu pada sudut pandangmu?
Aku kembali pada langkahku, karena tak kudapatkan jawaban.
Dalam perjalanan, aku baru sadar jarak yang sudah ku lampaui, apa benar aku sudah berjalan sejauh ini? Pantas aku merasa agak lelah.
Kemudian setiba diriku pada titik dimana kita memulai kompromi ini, disana aku melihatmu hanya sejauh 2 hasta dari tempatku.
Kamu tak pernah mengawali apapun?
Apakah langkahku terlalu tergesa?
Apakah dirimu menunggu aba-aba?
kenapa kita tidak pernah bisa berjalan beriringan?
jika sejak awal tujuan kita memang sama, atau itu hanya antara aku dan perkiraanku?
jika kamu tidak mau pergi, tidak apa-apa, aku akan disini, menemanimu dan menggenggam tanganmu. kita akan kemana. aku akan mengiringimu dalam gerak langkah maupun diammu. katakan saja, aku ikut, sebab aku tidak ingin kehilanganmu lagi. aku tidak ingin kau mencari lagi walau aku tidak pernah sembunyi.
karena aku sekarang mengerti, kemanapun dan sejauh apapun. jika tanpa kamu, sepertinya aku tidaklah kemana-mana...

Komentar
Posting Komentar