Tampilkan postingan dengan label bukan galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bukan galau. Tampilkan semua postingan

27.11.20

Boleh kok Sedih...




Mungkin kalian hanya kosong yang tanpa sengaja saling mengisi, kalian hanya sunyi yang saling memecah hening.

Sudah... jangan nangis lagi. bahkan alasan untuk kamu tersenyum masih belum sanggup untuk kamu hitung. 

Kecewamu tidaklah salah kalau kau basuh dengan air mata, tapi hatimu tidak akan makin baik-baik saja.

Daripada mengharap dia perduli padamu, penting kamu harus lebih dulu perduli pada dirimu.

Boleh sedih,

tapi buat apa?

buat dia yang kamu tahan mati-matian tapi baik hati maupun kakinya tetap melangkah menjauh?

kalau dia tidak bisa menilai betapa berharganya tulus yang kamu kasih, coba nilai lagi. apa dia layak?

Sudah biarkan saja ia terbang, untuk apa kamu tetap memaksa untuk merawat sayapnya kalau nyatanya ia tetap tidak ingin terbang bersamamu.

;) 

Boleh kok sedih, tapi... buat apa?

12.8.20

KEMANAPUN

Aku menelusuri langkahku kebelakang, bukan karena aku lelah dan menyerah. 
Karena kita sepakat mencari awal dimana ini bermula, mencari titik dimana hal yang bermakna mengalir dari yang hanya biasa. 
Benarkah? 
Bagaimana kalau sejak awal tidak ada yang biasa.
Bagaimana kalau sejak bait pertama semua memang sudah lebih dari ratarata.
Itu versi ku, lalu pada sudut pandangmu?

Aku kembali pada langkahku, karena tak kudapatkan jawaban.
Dalam perjalanan, aku baru sadar jarak yang sudah ku lampaui, apa benar aku sudah berjalan sejauh ini? Pantas aku merasa agak lelah.

Kemudian setiba diriku pada titik dimana kita memulai kompromi ini, disana aku melihatmu hanya sejauh 2 hasta dari tempatku.

Kamu tak pernah mengawali apapun?
Apakah langkahku terlalu tergesa?
Apakah dirimu menunggu aba-aba?

kenapa kita tidak pernah bisa berjalan beriringan?
jika sejak awal tujuan kita memang sama, atau itu hanya antara aku dan perkiraanku?

jika kamu tidak mau pergi, tidak apa-apa, aku akan disini, menemanimu dan menggenggam tanganmu. kita akan kemana. aku akan mengiringimu dalam gerak langkah maupun diammu. katakan saja, aku ikut, sebab aku tidak ingin kehilanganmu lagi. aku tidak ingin kau mencari lagi walau aku tidak pernah sembunyi.

karena aku sekarang mengerti, kemanapun dan sejauh apapun. jika tanpa kamu, sepertinya aku tidaklah kemana-mana...



4.7.20

Bianglala...

Malam ini langit cerah, tapi kamu bersikukuh kalau langit hari ini mendung dan dingin. tak ada bantahan, tidak bisa ku paksa cuaca untuk selaras hanya untuk menghibur perasaanku seolah kamu berada hanya beberapa meter disekitar tanah yang ku pijak. 
Aku perempuan yang ingin kamu selalu jujur, tapi aku sendiri tidak bisa membohongi diriku kalau hati ku senang saat kamu berbohong, mengatakan sekarang baru masuk waktu maghrib, padahal aku tahu jelas-jelas kamu sudah selesai shalat isya.

ketika aku menyayangi seseorang, sejujur itu aku pada perasaanku, tapi harusnya ku katakan sebenarnya aku sungguh-sungguh sudah lelah melalui perasaan yang bagai bianglala di wahana dufan ini, sesuka apapun aku naik wahana itu, pasti kepala ku akan pusing dan nafasku akan sesak jika terus menerus ku paksakan.

aku tau kita masih bagai abu-abu, belum jelas warna dari cerita ini, ntah hitam atau putih. aku tau kalau aku hanyalah asing yang membuatmu terbiasa. 
bahkan jika kita tidak lagi ada, aku yakin semua akan kembali pada biasa menjadi kamu dan aku.

kamu seperti datang tersenyum dan diam, tanpa bicara atau mengulurkan tangan, tapi yang jadi pertanyaanku, kenapa harus dengan senyum itu? yang jika saja hilang, mungkin sirine sesak didadaku akan aktif.

kamu menahanku hanya dengan diam mu, tidak dengan menggenggamku atau paling tidak mengatakan untukku tetaplah disini. aku hanya diam menunggu yang diam.

lalu setelahnya tak ada jaminan kamu pun bisa pergi kapan saja.

tapi tidak apa-apa.
terimakasih... mungkin kamu tidak ingin aku jadi jahat dan menyalahkan dirimu atas hal-hal tidak diinginkan yang mungkin saja terjadi pada hatiku nanti.
ya ... kamu sebaik itu ternyata :)

lalu jika kamu melihat hujan dipipiku, kamu tidak perlu merasa bersalah ...
mungkin aku menangis karena lelah naik bianglala.


Menepi....



Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?
Yang harus 'ku pendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi

1.7.20

Waktu.......


Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat,
aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka untuk terlambat.

Di waktu aku terbangun dan masih sibuk dengan sisa kantukku,
kamu sudah hampir usai menyelesaikan sarapanmu....

Di waktu aku mempersiapkan diri untuk rutinitas kerjaku,
kamu sudah larut dalam tugas-tugas kantormu...

Di waktu aku sedang bingung untuk pesan makan siang apa,
kamu justru sudah selesai leha-leha dan kembali pada kerjamu....

bukan kah aku jadi orang yang sangat tidak disiplin jika dibandingkan denganmu? :) 
bahkan tidak hanya pada rutinitas kerja kita,
dipenghujung hari saat kita mengurus lelah kita di waktu kita masing-masing...

saat aku bernapas lega tiba di rumah meluruskan kaki melepas lelah,
kamu sudah bersih dan selesai makan malam...

saat aku merasa sudah punya waktu untuk mengganggumu,
mata lelahmu yang menahan kantuk membuatku tidak tega membuatmu tetap terjaga...
walaupun aku harus sendirian, tapi aku tenang bisa menahan diri untuk tidak jadi perempuan menyebalkan yang membuatmu berkawan dengan lelah...

aku minta maaf tapi aku tau kita tidak bisa menyalahkan siapapun, lebih dari itu aku justru menikmati keadaan ini, sebab aku percaya apa yang kita lalui hari ini adalah sebab atas kuasa-Nya.
lalu sebenarnya ada apa dengan kita?
kita...
ternyata bukan hanya antara kamu dan aku,
tapi yang kuasa menghadirkan "jarak" diantara aku dan dirimu...
berkalikali aku mengingatkan diriku untuk percaya bahwa Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk aku dan dirimu, saat ini Allah hadirkan jarak, Allah ingin mungkin ingin jarak menjaga kita, menjaga kita dari kondisi dekat diwaktu yang salah.
lalu maukah kamu membantuku untuk tetap yakin dan menjaga mimpiku dalam sabar...
sisanya biarlah kita bertawakkal pada apa yang Allah jadikan nantinya :)

tambahan sedikit ku kutip dari film boleh ya..


18.6.20

CUKUP KAH?

cukup kah perasaan untuk menahan seseorang?
cukup kah jujur untuk mendapat percaya?
cukup kah memperhatikan untuk dapat paham?
cukup kah mendengar untuk dapat membuatmu terus bicara?
cukup kah menggenggammu untuk dapat menghilangkan cemasku?

kembali ku tanya padamu, cukup kah perasaanmu dengan dia bertahan ?
kembali ku tanya padamu, jujurkah kamu jika ia percaya?
kembali ku tanya padamu, tetapkah perhatianmu setelah kamu pahami dia?
kembali ku tanya padamu, lelahkah pendengaranmu jika ia terus berkata?
kembali ku tanya padamu, amankah ia jika tanganmu menggenggamnya?

cukup tidaknya sesuatu adalaah tergantung pada dirimu, tergantung pada sejauh mana perjuanganmu dan setinggi apa harapanmu.
karena perjuangan dan harapanmu haruslah 2 laju dengan 1 arah, yang akan bertemu pada titik yang sama dalam sebuah cukup.


12.6.20

Ia Takkan Berkehendak

Dear kamu,

aku tau aku hanya wanita biasa,
aku tau kalau aku hanya satu dari banyak yang mendo'akanmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang memantaskan diri untukmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang mengagumimu,
karena aku tau jumlah teman wanitamu pasti melebihi jumlah yang sanggup ku terka.

tapi aku tidak ingin memaksa,
aku tidak ingin mengiba.

untuk segala yang Allah telah gariskan,
aku yakin itu terbaik untuk diriku,
karena sememukau apapun kamu dimataku,
kalau bagi-Nya kamu bukan yang terbaik bagiku,
Ia takkan berkehendak,
pun sebaliknya diriku.



22.5.20

Aku pergi yaaaa...


Baiklah...
Sudah tidak apa-apa,

Walau sebenarnya aku belum ingin dan sungguh tidak ingin.
Tau nggak kenapa?
Sebenarnya aku ingin menetap,
Aku ingin tetap melihat senyummu,
Membuatmu tertawa,
Tapi aku tetap sadar diri,
Sadar porsi dan posisiku.

Aku pergi ya,
Untuk tak akan mengganggumu lagi,
Untuk lenyap dari duniamu,
Untuk kembali jadi asing bagimu.

Tapi boleh aku minta satu hal?
Aku ingin kamu tetap tersenyum dan lebih bahagia.
Bahagia yang tidak pernah bisa kamu undang aku didalamnya,
Karena aku sadar porsi dan posisi ku,
Iya
Aku bukan siapa-siapa.

Aku hanyalah asing yang menginginkan untuk berada dibelakangmu, 
mengiringi setiap jejakmu,
Mendukung apapun yang jadi citacitamu.
(Aku jadi support / tank hehe, demi Allah aku bahagia kamu savage) 

Memang aku udah ngelakuin apa ya?
Gak ada buktinya ya?
Bahkan tanpa pertemuan yang hanya bisa terjadi jika Allah berkehendak.
Tapi jauhh dari itu, 
Semua tersemat dalam harapan yang ku sebut do'a.

Aku sudahi ya...
Jadi pengikut rahasiamu...
Semoga jika kamu atau aku sudah tidak saling mengingat nama satu sama lain,
Aku masih bisa mengingat dirimu sebagai sebuah kisah manis yang pernah membuatku tersipu malu dihadapan-Nya...
Dan semoga disaat yang sama...
Allah juga menjaga do'aku agar tetap Ia menghendaki mu bahagia, walau tanpa hadirku dibelakangmu lagi....


16.5.20

Mungkin Bukan

Sebab bila masih ada ragu, mungkin memang bukan aku yakin yang kamu cari. 
Jika masih ada hal dalam diriku yang kemudian membuatmu berpikir untuk menimbangku sesaat setelah kamu mengetahuinya... ya mungkin bukan aku.

aku melihatmu dalam kagum bahkan apapun kurangmu aku tidak mau tau, bukan karna aku takut pandanganku akan berubah, tapi apapun itu memang aku tidak perduli, ntah kenapa Allah menjadikanmu lakilaki yg sangat luarbiasa dimataku. tapi.... kamu justru melihatku dari cacatku, aku bukan wanita sempurna, bahkan jauh dari kata itu, aku punya banyak kurang yang bahkan sudah cukup membuatku sedih tanpa perlu opini darimu, jadi terimakasih karna kemudian pandangan dan penilaianmu berhasil semakin mencedarai percaya diriku...


1.5.20

Pindahan...



kamu belum moveon? belum moveon. pasti belum moveon. kenapa sih nggak moveon?

sesungguhnya saya capek dengan semua penghakiman orang-orang seperti ini.
memang apa ya yang menandakan kalo seseorang itu berhasil moveon?
apa dia harus bersama orang baru?
apa salah nya memilih sendiri?
bukan karna belum moveon kok, sendiri itu kan bukan berarti kita masih mengharapkan hal-hal yang udah terlampau jauh dari kita. gimana kalau untuk saat ini kita bisa jauh lebih membuat diri kita bahagia dengan tetap sendiri dan bersama orang-orang yang bisa kita sayang tanpa harus ada yang menyita lebih dari 50% perhatian kita.

apa moveon itu kita harus lupa 100%? berarti kita harus amnesia? *jedotin kepala*

------
Udah ...
Sampe situ...
Tulisan yang aku draft sekitar pertengahan 2017 silam. Sebenernya lupa pernah nulis begitu.

Yang enak dari baca tulisan lama itu. Kaya kita ngerasa masuk ke mesin waktu dan "hi I come from rhe future" enggak sih. Lebih ke geleng-geleng atau manggut-manggut.

Soal move on ini. Ya sipa gak mungkin lupa siapa yang aku maksud dari tulisan itu. Kalau boleh jujur mungkin saat itu sipa bisa dibilang udah moveon sih. Udah berhasil bahagia.
Lah apalagi sekarang ya? Hehe...
Enggak bukan itu sih yang mau dibahas.

Move on itu bukan soal berhasil lupa atau enggak. Ya iya betul.
Move on itu ya kalo kita bisa berhasil untuk gak kembali lagi sih. Paling gak jangan mikir untuk kembali lagi.

Tapi memang biasanya orang punya durasi moveon nya masingmasing.
Kalo aku?
:) jelas...
Lama...
Tapi gatau bener atau gak. Menurut aku.
Durasi yang lama udah paling bener sih.
Kalau masih baru kemarin. Terus udah pindah? :( kamu tuh apa? Pindah rumah atau kost2an aja butuh waktu buat packing kan?
Itu mah bukan pindah. Mungkin cuma temporary macem nginep :(
Jangan gitu ya...
Plis plis...
Beberapa orang yang aku kenal.
Justru mengalami dejavu bersamaan dengan hubungan baru selama fase moveon kaya gitu :( ya cuma kaya ngulang drama yang cerita nya sama tapi diperanin sama aktor yang beda / di remake gitu gak sih?


Waktu.......

Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat, aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka un...