Cukup diingat Saja
Prolog: Rindu yang Tidak Berniat Pulang Ada rindu yang tidak ingin ditemui. Tidak ingin disapa. Tidak ingin diselesaikan. Ia hanya ingin ada— seperti lagu lama yang tak lagi diputar, tapi masih kita hafal nadanya. Rindu ini tidak meminta apa-apa. Tidak ingin kembali. Tidak ingin melanjutkan sesuatu yang bahkan belum sempat dimulai. Ia hanya ingin diingat. Dan aku mengizinkannya tinggal. Bab 1: Kita yang Hampir Kita pernah berada di jarak yang aneh. Tidak cukup dekat untuk disebut cerita, tidak cukup jauh untuk dilupakan. Ada percakapan yang berhenti di kepala, ada tawa yang hanya sempat dibayangkan, ada “seandainya” yang tidak pernah benar-benar diucapkan. Dan anehnya, yang hampir itu justru paling lama tinggal. Bab 2: Rindu yang Tahu Diri Aku merindukanmu tanpa ingin memilikinmu. Tanpa ingin tahu kabarmu hari ini, tanpa ingin masuk lagi ke duniamu. Rindu ini sopan. Ia datang sebentar, duduk diam, lalu pergi tanpa merusak apa pun. ...