Langsung ke konten utama

Aku pergi yaaaa...


Baiklah...
Sudah tidak apa-apa,

Walau sebenarnya aku belum ingin dan sungguh tidak ingin.
Tau nggak kenapa?
Sebenarnya aku ingin menetap,
Aku ingin tetap melihat senyummu,
Membuatmu tertawa,
Tapi aku tetap sadar diri,
Sadar porsi dan posisiku.

Aku pergi ya,
Untuk tak akan mengganggumu lagi,
Untuk lenyap dari duniamu,
Untuk kembali jadi asing bagimu.

Tapi boleh aku minta satu hal?
Aku ingin kamu tetap tersenyum dan lebih bahagia.
Bahagia yang tidak pernah bisa kamu undang aku didalamnya,
Karena aku sadar porsi dan posisi ku,
Iya
Aku bukan siapa-siapa.

Aku hanyalah asing yang menginginkan untuk berada dibelakangmu, 
mengiringi setiap jejakmu,
Mendukung apapun yang jadi citacitamu.
(Aku jadi support / tank hehe, demi Allah aku bahagia kamu savage) 

Memang aku udah ngelakuin apa ya?
Gak ada buktinya ya?
Bahkan tanpa pertemuan yang hanya bisa terjadi jika Allah berkehendak.
Tapi jauhh dari itu, 
Semua tersemat dalam harapan yang ku sebut do'a.

Aku sudahi ya...
Jadi pengikut rahasiamu...
Semoga jika kamu atau aku sudah tidak saling mengingat nama satu sama lain,
Aku masih bisa mengingat dirimu sebagai sebuah kisah manis yang pernah membuatku tersipu malu dihadapan-Nya...
Dan semoga disaat yang sama...
Allah juga menjaga do'aku agar tetap Ia menghendaki mu bahagia, walau tanpa hadirku dibelakangmu lagi....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Adalah Ibu Baru

(Sebuah Kisah Refleksi Diri) Awal Sebuah Dunia Baru Hidupku dulu terasa begitu sederhana. Setiap langkah seperti mengikuti alur yang sudah tertulis— sekolah, pekerjaan, mimpi-mimpi yang kubangun perlahan. Aku merasa memiliki kendali atas segalanya. Namun, saat aku tahu ada kehidupan kecil yang tumbuh dalam diriku, semuanya berubah. Aku tidak lagi hanya berjalan untuk diriku sendiri. Ada dunia baru yang menunggu, dunia yang penuh dengan ketidakpastian, tetapi juga penuh dengan kemungkinan yang tidak pernah kubayangkan. Kau hadir seperti angin yang lembut, membawa kabar baik sekaligus ketakutan. Apakah aku siap? Apakah aku cukup baik? Tapi satu hal yang pasti: kau adalah awal dari segalanya. Bab 1: Sebuah Kehidupan yang Mulai Berdenyut Ketika dokter pertama kali memberitahuku, aku hanya bisa diam. Ada rasa terkejut, bahagia, dan takut yang bercampur menjadi satu. Aku menyentuh perutku, masih datar saat itu, dan bertanya-tanya, seperti apa kau nanti? Hari-har...

Bianglala...

Malam ini langit cerah, tapi kamu bersikukuh kalau langit hari ini mendung dan dingin. tak ada bantahan, tidak bisa ku paksa cuaca untuk selaras hanya untuk menghibur perasaanku seolah kamu berada hanya beberapa meter disekitar tanah yang ku pijak.  Aku perempuan yang ingin kamu selalu jujur, tapi aku sendiri tidak bisa membohongi diriku kalau hati ku senang saat kamu berbohong, mengatakan sekarang baru masuk waktu maghrib, padahal aku tahu jelas-jelas kamu sudah selesai shalat isya. ketika aku menyayangi seseorang, sejujur itu aku pada perasaanku, tapi harusnya ku katakan sebenarnya aku sungguh-sungguh sudah lelah melalui perasaan yang bagai bianglala di wahana dufan ini, sesuka apapun aku naik wahana itu, pasti kepala ku akan pusing dan nafasku akan sesak jika terus menerus ku paksakan. aku tau kita masih bagai abu-abu, belum jelas warna dari cerita ini, ntah hitam atau putih. aku tau kalau aku hanyalah asing yang membuatmu terbiasa.  bahkan jika kita tidak lagi ada, aku yak...

"tapi sebenernya benar atau salah itu nggak berarti lagi, nggak ada pemenang..."