16.5.20

Mungkin Bukan

Sebab bila masih ada ragu, mungkin memang bukan aku yakin yang kamu cari. 
Jika masih ada hal dalam diriku yang kemudian membuatmu berpikir untuk menimbangku sesaat setelah kamu mengetahuinya... ya mungkin bukan aku.

aku melihatmu dalam kagum bahkan apapun kurangmu aku tidak mau tau, bukan karna aku takut pandanganku akan berubah, tapi apapun itu memang aku tidak perduli, ntah kenapa Allah menjadikanmu lakilaki yg sangat luarbiasa dimataku. tapi.... kamu justru melihatku dari cacatku, aku bukan wanita sempurna, bahkan jauh dari kata itu, aku punya banyak kurang yang bahkan sudah cukup membuatku sedih tanpa perlu opini darimu, jadi terimakasih karna kemudian pandangan dan penilaianmu berhasil semakin mencedarai percaya diriku...


10.5.20

Sahabatku ini, Dia Wanita Biasa






bismillah...
sore ini sahabat aku nyepam di whatsapp ....
dia bilang dia mau curhat.

--------
dia bilang dia gusar, dia merasa seperti takut salah kalau tidak ada yang mencegah dia dan perasaannnya.
"kamu udah doa?"
"udah" jawabnya tersedusedu.
"terus gimana? yaudah lillah aja. biar Allah yang bawa kemana perasaan kamu."
sebentar dia diam dan cuma terdengar suara isak tangis dari sana, sebenernya awalnya aku bingung kenapa dia sedih, dia cuma ngelawan batin dan perasaannya sendiri. bukannya cuma dia yang harusnya paling paham? iya kan? hehe.
"justru karna aku udah lillah... biar Allah yang atur perasaan aku. cuma kyanya kok pas aku pikir. kya otak aku tuh kasian sama hati aku... otak aku mau berentiin hati aku... tapi gak bisa. aku harus gimana?" dia nangis sejadijadinya, aku bingung aku tenangin dia. rasanya kalau bukan inget ini lagi puasa, aku mau nyuruh dia duduk terus minum air dingin biar hati sama otaknya adem.
ok... aku tarik nafas... dan coba menelaah dan paham gimana perasaannya dan ngertiin dia sedang dalam kondisi apa.
"jadi kenapa? mungkin itu memang udah dari Allah. perasaan kamu... hati kamu.... kamu kan selama ini selalu isi dengan perasaan dan kepasrahan pada Nya kan? kenapa kamu takut dan kasian?" aku bertanya sambil berharap dia bisa memberiku cerita yang bisa aku paham tanpa perlu mutermuter.
dia memberikan penjelasan cukup lama. masih dengan nada terisak. panjang. rumit. tapi aku berusaha paham.
rasanya aku ingin bilang ke pemuda yang ia maksud. tapi gimana? sepertinya aku gak bisa bilang langsung. panjang ingin aku jelaskan, seandainya Allah izinin aku bicara. mungkin aku akan bilang begini:

Bismillah...
kepada kamu lakilaki yang dimaksud sahabatku, aku hanya ingin kamu tau, dia wanita biasa yang perasaannya mudah terbawa dan terluka.
aku sudah lama kenal dia, pernah dia menemukan perasaannya sendiri tersesat.
tapi dari yang ku lihat, seperti kamu lakilaki baik (semoga) maka untuk saat ini aku rasa aku belum perlu mencegah dia matimatian buat menarik diri dari hidupmu.
aku ingin kamu tau dan kenal dia, agar aku lega kalau kamu bisa tidak menyesal ngebaperin ukhti ini.
aku kenal dia, biasanya dia gak suka ngeladenin da buang2 waktu. aku tau dia gak suka kegeeran... makanya saat ia sadar dia baper kaya sekarang -_- kasian dia jadi ngerasa salah dan kerepotan sendiri

dia wanita biasa, dia tau dia bukan wanita yang luar biasa sholihah dan tak luput dari salah dan khilaf. tapi insyaallah dia yang aku kenal, adalah wanita yang selalu belajar mau menjadi akhwat yang terjaga dengan segala keterbatasannya.

dia wanita biasa, kadang dia gugup dan ngebosenin sampeeee bikin ilfil, tapi... disaat ia nyaman, ia akan jadi dirinya yang menyenangkan, yang kadang tingkahnya terlalu kebaca kalau ia tidak ingin kehilangan perhatian darimu.

dia wanita biasa, kadang ia keras kepala.... yaaa karena seperti poin awal, bisa diliat, dia sangat memperhatikan baik itu perasaannya atau logikanya. itu karena dia gak bisa cuek. sulit untuk dia mengalihkan perhatian, mungkin bisa tapi itu pasti setelah dia bersusah payah.

dia wanita biasa, yang ngeselin banget karena sifat nya yang susahhhhhhh percaya diri, dia selalu dan selalu ngerasa nggak pantes. sifat dia ini yang selalu bikin khawatir, walaupun sifatnya ini menjadikan ia wanita yang selalu berusaha harus lebih baik dan lebih baik karena merasa dirinya selalu kurang. dan mungkin Allah kasih dia sifat ini untuk jadi penjagaan paling kuat untuk dirinya. eemmmm ngerti gak sih maksudnya? wkwk.

dan masih banyak lagi alasan dia ya cuma wanita biasa.
jadi, semoga semoga semoga, aku cuma bisa berharap semoga semoga semoga, kamu bisa menerima segala "biasa" nya dia yang setelah kamu tau justru jadi "istimewa" bagimu. atau mungkin kalau bukan kamu, aku berharap ia bisa pantas mendapat lakilaki baik yang bisa begitu. :)

----

tambahan...
tadi setelah dia sepertinyaaa sudah mereda dengan perasaannya, dia bilang dia agak terkejud, saat ia berusaha tenang setelah shalat ashar, ia mendoakan mu.
dan ntah apa Allah beri pertanda secepat itu atau itu hanya kebetulan, ia bilang saat ia membaca qur'an setelahnya, ntah apa kebetulan bacaannya kemudian tepat di surat al-qasas ayat 24 (tau kan?), jadi gimana aku pun gatau... wallahualam, mungkin pertanda dari Allah, atau hanya kebetulan. akupun gak berani jawab hehe. aku hanya bisa memberi dia semoga dan semoga dalam do'a ku... :)

1.5.20

Pindahan...



kamu belum moveon? belum moveon. pasti belum moveon. kenapa sih nggak moveon?

sesungguhnya saya capek dengan semua penghakiman orang-orang seperti ini.
memang apa ya yang menandakan kalo seseorang itu berhasil moveon?
apa dia harus bersama orang baru?
apa salah nya memilih sendiri?
bukan karna belum moveon kok, sendiri itu kan bukan berarti kita masih mengharapkan hal-hal yang udah terlampau jauh dari kita. gimana kalau untuk saat ini kita bisa jauh lebih membuat diri kita bahagia dengan tetap sendiri dan bersama orang-orang yang bisa kita sayang tanpa harus ada yang menyita lebih dari 50% perhatian kita.

apa moveon itu kita harus lupa 100%? berarti kita harus amnesia? *jedotin kepala*

------
Udah ...
Sampe situ...
Tulisan yang aku draft sekitar pertengahan 2017 silam. Sebenernya lupa pernah nulis begitu.

Yang enak dari baca tulisan lama itu. Kaya kita ngerasa masuk ke mesin waktu dan "hi I come from rhe future" enggak sih. Lebih ke geleng-geleng atau manggut-manggut.

Soal move on ini. Ya sipa gak mungkin lupa siapa yang aku maksud dari tulisan itu. Kalau boleh jujur mungkin saat itu sipa bisa dibilang udah moveon sih. Udah berhasil bahagia.
Lah apalagi sekarang ya? Hehe...
Enggak bukan itu sih yang mau dibahas.

Move on itu bukan soal berhasil lupa atau enggak. Ya iya betul.
Move on itu ya kalo kita bisa berhasil untuk gak kembali lagi sih. Paling gak jangan mikir untuk kembali lagi.

Tapi memang biasanya orang punya durasi moveon nya masingmasing.
Kalo aku?
:) jelas...
Lama...
Tapi gatau bener atau gak. Menurut aku.
Durasi yang lama udah paling bener sih.
Kalau masih baru kemarin. Terus udah pindah? :( kamu tuh apa? Pindah rumah atau kost2an aja butuh waktu buat packing kan?
Itu mah bukan pindah. Mungkin cuma temporary macem nginep :(
Jangan gitu ya...
Plis plis...
Beberapa orang yang aku kenal.
Justru mengalami dejavu bersamaan dengan hubungan baru selama fase moveon kaya gitu :( ya cuma kaya ngulang drama yang cerita nya sama tapi diperanin sama aktor yang beda / di remake gitu gak sih?


FOKUS






Biarkan dia fokus. Pada apa yang menjadi jalannya. Jika memang kamu dan dia adalah nama yang telah saling terkait di lauhul mahfuz, maka pasti akan bertemu waktu yang tepat. 
Sudahlah soliha. Jangan lagi teralihkan perhatianmu. Kembali lahh lagj sibuk tingkatkan kualitas dirimu. Bukan kah kamu melihat dia adalah sosok yang mengagumkan? Lantas bukan kah lebih baik kamu pantaskan dirimu untuk mengharap dirinya pada sang pemilik?
Soliha percayalah, dia akan baikbaik saja. Allah akan memberikan penjagaan Nya melalui do'a-do'a mu.

Tidak lah perlu bertanya kabar, mengucapkannya selamat pagi/ selamat malam. Cukuplah kamu melihat dia baikbaiksaja.
Curahkan perhatian Mu dalam takwa agar rindu mu dapat terperantara oleh do'a yang tulus.

Soliha, jika ia belum datang. Bukan berarti Allah tidak menghendaki kau bahagia, coba kembali lihat. Allah masih memberimu kesempatan, merasakan bahagia bersama orang tuamu, bersamq keluargamu, sebelum akhirnya kau harus curahkan abdimu pada lelaki beruntung itu.

Jagalah dirimu, jagalah hatimu, jagalah cintamu.
Hingga saatnya tiba ia datang dan inginkan tanggung jawab atas dunia dan akhiratmu.

:)
Dari : ku
Untuk : ku

Early 2020





30 April 2020,

Malam ke -8 di bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan… Ramadhan…

Sungguh suasana Ramadhan yang tidak pernah sekalipun terbayang bias seperti ini,

Ya Allah..
 aku percaya, apa yang terjadi tidaklah lepas dari kuasa dan izin Mu. Maka biarlah aku bertumpu dalam ikhtiar dan do’a dengan segala pasrah ku sebagai seorang hamba yang menerima dengan ikhlas segala yang telah Engkau tentukan.
Corona Virus, covid 19…
 sebutan-sebutan itu  terdengar pada akhir Desember 2019. Sebenarnya aku tidak begitu ingat kapan aku mulai melirik dan perhatian pada berita covid 19 ini, mungkin sekitar pertengahan bulan Januari atau awal Januari, yang bahkan saat itu aku sedang sibuk menyiapkan administrasi perjalan aku dan mama ke Mekkah :’) masyaallah… dengan sama sekali aku duga tentunya, Allah memanggilku untuk berkunjung.
Jujur dengan tanpa rasa takut untuk melakukan perjalan jauh, disaat China sedang genting-gentingnya membuat dunia geger.

3/02/2020

H-4 keberangkatan umroh, masih sibuk ngejar pendingan kerjaan supaya bener-bener nggak nyusahin orang yang udah baik banget mau ngejanjiin backup :’) wkwk, iya kan akum ah sadar semua tuh sibuk, jadi kita harus tetep ya berusaha buat nggak jadi beban.

Hemmm bahkan hari itu aku malah ke LTO buat lapor apa ya waktu itu lupa, Karena urgent, mendadak, ngga ada orang lagi, dan itu udah jam 2. Jadilah Syifa dengan ke-sok-ide’an nya pesen gojek bukan gocar, Karena takut macet, Taunya :”0 masyaallah ujan dong, yaudah gpp gpp. Kayanya kuat deh.
Tapi sumpah sok tau banget emang akutu, dan nggak bakat buat sugesti diri, jadi deh alhamdulillah sakit.
Demam meriang….

Alhamdulillah sakitnya Cuma sebentar, Cuma sehari.
Sambal makin mikir kenapa Allah Maha Baik banget ya.

7/02/2020

Berangkat ….
10 hari perjalanan yang dilalui disana, masyaallah… benerbener nggak terbayar sama apapun, rasanya nggak sanggup nahan air mata dan degup jantung saat bisa menatap ka’bah, serasa begitu dekat dengan Mu Ya Rabb..
Sejujurnya, selama disana, aku ngerasa jadi sebaik-baik nya diriku seumur hidup. Rasa tenang, sikap dan pola piker, nggak tau kenapa. Dan masyaallah udah paling tepat pergi berdua sama mama :’) nggak tau rasanya mau bersyukur gimana lagi, bisa ngerawat mama semaksimal mungkin selama disana.

Syifa rasanya nggak mau pulang, rasanya ingin terus ada disana, bisa ngerasain tenang, bahkan berjam-jam di Masjidil haram dan Nabawi, bikin makin betah.

Pernah dan sering denger cerita pengalaman dari mereka yang sudah pernah melakukan perjalanan ke tanah suci, termasuk juga mama dan bapa. Kalau selama disana kita pasti akan mengalami kejadian-kejadian yang nggak terduga, kita harus banyak sadar diri dan mohon ampun memang.
Dan ya, kalo dipikir kayanya emang aku ngalamin banyak hal nggak terduga sih, ada yang bikin diri aku ngerasa kayanya ini teguran dari Allah buat aku, dan ada juga hal-hal yang bikin diri aku nggak lepas dari rasa syukur.
Demi Allah… benar seperti apa yang aku dengar, kalian pasti ingin kembali.
Iya aku ingin kesana lagi rasanya :’) ya Allah…



29.5.19

Hai


Kepada : Kamu
Dari : Aku

Hai kamu...
yang aku tunggu selama ini,
kalau kamu memang ingin aku, kamu boleh datang dan memintaku kepada waliku, tentudengan segala kesiapanmu.
kamu mau berusaha kan ? aku harap kamu akan sanggup memperlihatkan dan menunjukkan kepada waliku, kalau kamu adalah seseorang yang terbaik, yang mampu menjaga aku sebagai amanahmu.

Hai kamu...
aku tak apa harus sedikit lebih menunggumu, karena aku percaya Allah yang Maha Kuasa yang akan membantu kamu untuk menyegerakan kedatanganmu yang pasti sangat butuh banyak persiapan bukan.
kamu tenang saja, aku disini akan menjaga diriku. aku disini tidak bosan dalam penantianku karena aku punya kesibukkan, aku sibuk memperbaiki diri, aku sibuk memantaskan diriku untukmu.
aku yakin itu takkan lama, hari datangnya kamu akan tiba.
kapanpun itu, aku percaya Allah akan segerakan, karena aku tau kalau kamu disana pun tak luput dari usaha dan do'amu...






-syifa-

9.5.19

Random

Assalamu'alaikum..
lama nggak nulis hehe.
ingin nulis sesuatu tapi bingung, yaudah random talk aja ya.
apa yang menarik hari ini? sekarang tanggal 8 Mei 2019, which is udah pertengahan tahun 2019. masyaallah cepet banget nggak sih. dan gue masih ginigini aja, masih sendiri aja :'p wkwkwk. gpp sih sendiri dulu yang penting bahagia, dan percaya Allah udah siapin jodoh yang terbaik ;) jadi sibuk perbaiki diri aja, perbaiki akhlak. ya walaupun nggak dipungkiri ya kalau umur udah 23... karena pas nanya mama nikah dulu umurberapa ... 23 dong -_-. gapapa gapapa sipa percaya sama Allah.. 

sekarang malam ke - 5 Ramadhan. masyaallah alhamdulillah masih dipertemukan dengan bulan nan berkah.. 
dan tau gak....
ah sudah lah gak penting juga hehe.

gitu aja.

wassalam.. :)

Waktu.......

Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat, aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka un...