18.6.20

CUKUP KAH?

cukup kah perasaan untuk menahan seseorang?
cukup kah jujur untuk mendapat percaya?
cukup kah memperhatikan untuk dapat paham?
cukup kah mendengar untuk dapat membuatmu terus bicara?
cukup kah menggenggammu untuk dapat menghilangkan cemasku?

kembali ku tanya padamu, cukup kah perasaanmu dengan dia bertahan ?
kembali ku tanya padamu, jujurkah kamu jika ia percaya?
kembali ku tanya padamu, tetapkah perhatianmu setelah kamu pahami dia?
kembali ku tanya padamu, lelahkah pendengaranmu jika ia terus berkata?
kembali ku tanya padamu, amankah ia jika tanganmu menggenggamnya?

cukup tidaknya sesuatu adalaah tergantung pada dirimu, tergantung pada sejauh mana perjuanganmu dan setinggi apa harapanmu.
karena perjuangan dan harapanmu haruslah 2 laju dengan 1 arah, yang akan bertemu pada titik yang sama dalam sebuah cukup.


12.6.20

Ia Takkan Berkehendak

Dear kamu,

aku tau aku hanya wanita biasa,
aku tau kalau aku hanya satu dari banyak yang mendo'akanmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang memantaskan diri untukmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang mengagumimu,
karena aku tau jumlah teman wanitamu pasti melebihi jumlah yang sanggup ku terka.

tapi aku tidak ingin memaksa,
aku tidak ingin mengiba.

untuk segala yang Allah telah gariskan,
aku yakin itu terbaik untuk diriku,
karena sememukau apapun kamu dimataku,
kalau bagi-Nya kamu bukan yang terbaik bagiku,
Ia takkan berkehendak,
pun sebaliknya diriku.



22.5.20

Aku pergi yaaaa...


Baiklah...
Sudah tidak apa-apa,

Walau sebenarnya aku belum ingin dan sungguh tidak ingin.
Tau nggak kenapa?
Sebenarnya aku ingin menetap,
Aku ingin tetap melihat senyummu,
Membuatmu tertawa,
Tapi aku tetap sadar diri,
Sadar porsi dan posisiku.

Aku pergi ya,
Untuk tak akan mengganggumu lagi,
Untuk lenyap dari duniamu,
Untuk kembali jadi asing bagimu.

Tapi boleh aku minta satu hal?
Aku ingin kamu tetap tersenyum dan lebih bahagia.
Bahagia yang tidak pernah bisa kamu undang aku didalamnya,
Karena aku sadar porsi dan posisi ku,
Iya
Aku bukan siapa-siapa.

Aku hanyalah asing yang menginginkan untuk berada dibelakangmu, 
mengiringi setiap jejakmu,
Mendukung apapun yang jadi citacitamu.
(Aku jadi support / tank hehe, demi Allah aku bahagia kamu savage) 

Memang aku udah ngelakuin apa ya?
Gak ada buktinya ya?
Bahkan tanpa pertemuan yang hanya bisa terjadi jika Allah berkehendak.
Tapi jauhh dari itu, 
Semua tersemat dalam harapan yang ku sebut do'a.

Aku sudahi ya...
Jadi pengikut rahasiamu...
Semoga jika kamu atau aku sudah tidak saling mengingat nama satu sama lain,
Aku masih bisa mengingat dirimu sebagai sebuah kisah manis yang pernah membuatku tersipu malu dihadapan-Nya...
Dan semoga disaat yang sama...
Allah juga menjaga do'aku agar tetap Ia menghendaki mu bahagia, walau tanpa hadirku dibelakangmu lagi....


16.5.20

Mungkin Bukan

Sebab bila masih ada ragu, mungkin memang bukan aku yakin yang kamu cari. 
Jika masih ada hal dalam diriku yang kemudian membuatmu berpikir untuk menimbangku sesaat setelah kamu mengetahuinya... ya mungkin bukan aku.

aku melihatmu dalam kagum bahkan apapun kurangmu aku tidak mau tau, bukan karna aku takut pandanganku akan berubah, tapi apapun itu memang aku tidak perduli, ntah kenapa Allah menjadikanmu lakilaki yg sangat luarbiasa dimataku. tapi.... kamu justru melihatku dari cacatku, aku bukan wanita sempurna, bahkan jauh dari kata itu, aku punya banyak kurang yang bahkan sudah cukup membuatku sedih tanpa perlu opini darimu, jadi terimakasih karna kemudian pandangan dan penilaianmu berhasil semakin mencedarai percaya diriku...


10.5.20

Sahabatku ini, Dia Wanita Biasa






bismillah...
sore ini sahabat aku nyepam di whatsapp ....
dia bilang dia mau curhat.

--------
dia bilang dia gusar, dia merasa seperti takut salah kalau tidak ada yang mencegah dia dan perasaannnya.
"kamu udah doa?"
"udah" jawabnya tersedusedu.
"terus gimana? yaudah lillah aja. biar Allah yang bawa kemana perasaan kamu."
sebentar dia diam dan cuma terdengar suara isak tangis dari sana, sebenernya awalnya aku bingung kenapa dia sedih, dia cuma ngelawan batin dan perasaannya sendiri. bukannya cuma dia yang harusnya paling paham? iya kan? hehe.
"justru karna aku udah lillah... biar Allah yang atur perasaan aku. cuma kyanya kok pas aku pikir. kya otak aku tuh kasian sama hati aku... otak aku mau berentiin hati aku... tapi gak bisa. aku harus gimana?" dia nangis sejadijadinya, aku bingung aku tenangin dia. rasanya kalau bukan inget ini lagi puasa, aku mau nyuruh dia duduk terus minum air dingin biar hati sama otaknya adem.
ok... aku tarik nafas... dan coba menelaah dan paham gimana perasaannya dan ngertiin dia sedang dalam kondisi apa.
"jadi kenapa? mungkin itu memang udah dari Allah. perasaan kamu... hati kamu.... kamu kan selama ini selalu isi dengan perasaan dan kepasrahan pada Nya kan? kenapa kamu takut dan kasian?" aku bertanya sambil berharap dia bisa memberiku cerita yang bisa aku paham tanpa perlu mutermuter.
dia memberikan penjelasan cukup lama. masih dengan nada terisak. panjang. rumit. tapi aku berusaha paham.
rasanya aku ingin bilang ke pemuda yang ia maksud. tapi gimana? sepertinya aku gak bisa bilang langsung. panjang ingin aku jelaskan, seandainya Allah izinin aku bicara. mungkin aku akan bilang begini:

Bismillah...
kepada kamu lakilaki yang dimaksud sahabatku, aku hanya ingin kamu tau, dia wanita biasa yang perasaannya mudah terbawa dan terluka.
aku sudah lama kenal dia, pernah dia menemukan perasaannya sendiri tersesat.
tapi dari yang ku lihat, seperti kamu lakilaki baik (semoga) maka untuk saat ini aku rasa aku belum perlu mencegah dia matimatian buat menarik diri dari hidupmu.
aku ingin kamu tau dan kenal dia, agar aku lega kalau kamu bisa tidak menyesal ngebaperin ukhti ini.
aku kenal dia, biasanya dia gak suka ngeladenin da buang2 waktu. aku tau dia gak suka kegeeran... makanya saat ia sadar dia baper kaya sekarang -_- kasian dia jadi ngerasa salah dan kerepotan sendiri

dia wanita biasa, dia tau dia bukan wanita yang luar biasa sholihah dan tak luput dari salah dan khilaf. tapi insyaallah dia yang aku kenal, adalah wanita yang selalu belajar mau menjadi akhwat yang terjaga dengan segala keterbatasannya.

dia wanita biasa, kadang dia gugup dan ngebosenin sampeeee bikin ilfil, tapi... disaat ia nyaman, ia akan jadi dirinya yang menyenangkan, yang kadang tingkahnya terlalu kebaca kalau ia tidak ingin kehilangan perhatian darimu.

dia wanita biasa, kadang ia keras kepala.... yaaa karena seperti poin awal, bisa diliat, dia sangat memperhatikan baik itu perasaannya atau logikanya. itu karena dia gak bisa cuek. sulit untuk dia mengalihkan perhatian, mungkin bisa tapi itu pasti setelah dia bersusah payah.

dia wanita biasa, yang ngeselin banget karena sifat nya yang susahhhhhhh percaya diri, dia selalu dan selalu ngerasa nggak pantes. sifat dia ini yang selalu bikin khawatir, walaupun sifatnya ini menjadikan ia wanita yang selalu berusaha harus lebih baik dan lebih baik karena merasa dirinya selalu kurang. dan mungkin Allah kasih dia sifat ini untuk jadi penjagaan paling kuat untuk dirinya. eemmmm ngerti gak sih maksudnya? wkwk.

dan masih banyak lagi alasan dia ya cuma wanita biasa.
jadi, semoga semoga semoga, aku cuma bisa berharap semoga semoga semoga, kamu bisa menerima segala "biasa" nya dia yang setelah kamu tau justru jadi "istimewa" bagimu. atau mungkin kalau bukan kamu, aku berharap ia bisa pantas mendapat lakilaki baik yang bisa begitu. :)

----

tambahan...
tadi setelah dia sepertinyaaa sudah mereda dengan perasaannya, dia bilang dia agak terkejud, saat ia berusaha tenang setelah shalat ashar, ia mendoakan mu.
dan ntah apa Allah beri pertanda secepat itu atau itu hanya kebetulan, ia bilang saat ia membaca qur'an setelahnya, ntah apa kebetulan bacaannya kemudian tepat di surat al-qasas ayat 24 (tau kan?), jadi gimana aku pun gatau... wallahualam, mungkin pertanda dari Allah, atau hanya kebetulan. akupun gak berani jawab hehe. aku hanya bisa memberi dia semoga dan semoga dalam do'a ku... :)

1.5.20

Pindahan...



kamu belum moveon? belum moveon. pasti belum moveon. kenapa sih nggak moveon?

sesungguhnya saya capek dengan semua penghakiman orang-orang seperti ini.
memang apa ya yang menandakan kalo seseorang itu berhasil moveon?
apa dia harus bersama orang baru?
apa salah nya memilih sendiri?
bukan karna belum moveon kok, sendiri itu kan bukan berarti kita masih mengharapkan hal-hal yang udah terlampau jauh dari kita. gimana kalau untuk saat ini kita bisa jauh lebih membuat diri kita bahagia dengan tetap sendiri dan bersama orang-orang yang bisa kita sayang tanpa harus ada yang menyita lebih dari 50% perhatian kita.

apa moveon itu kita harus lupa 100%? berarti kita harus amnesia? *jedotin kepala*

------
Udah ...
Sampe situ...
Tulisan yang aku draft sekitar pertengahan 2017 silam. Sebenernya lupa pernah nulis begitu.

Yang enak dari baca tulisan lama itu. Kaya kita ngerasa masuk ke mesin waktu dan "hi I come from rhe future" enggak sih. Lebih ke geleng-geleng atau manggut-manggut.

Soal move on ini. Ya sipa gak mungkin lupa siapa yang aku maksud dari tulisan itu. Kalau boleh jujur mungkin saat itu sipa bisa dibilang udah moveon sih. Udah berhasil bahagia.
Lah apalagi sekarang ya? Hehe...
Enggak bukan itu sih yang mau dibahas.

Move on itu bukan soal berhasil lupa atau enggak. Ya iya betul.
Move on itu ya kalo kita bisa berhasil untuk gak kembali lagi sih. Paling gak jangan mikir untuk kembali lagi.

Tapi memang biasanya orang punya durasi moveon nya masingmasing.
Kalo aku?
:) jelas...
Lama...
Tapi gatau bener atau gak. Menurut aku.
Durasi yang lama udah paling bener sih.
Kalau masih baru kemarin. Terus udah pindah? :( kamu tuh apa? Pindah rumah atau kost2an aja butuh waktu buat packing kan?
Itu mah bukan pindah. Mungkin cuma temporary macem nginep :(
Jangan gitu ya...
Plis plis...
Beberapa orang yang aku kenal.
Justru mengalami dejavu bersamaan dengan hubungan baru selama fase moveon kaya gitu :( ya cuma kaya ngulang drama yang cerita nya sama tapi diperanin sama aktor yang beda / di remake gitu gak sih?


FOKUS






Biarkan dia fokus. Pada apa yang menjadi jalannya. Jika memang kamu dan dia adalah nama yang telah saling terkait di lauhul mahfuz, maka pasti akan bertemu waktu yang tepat. 
Sudahlah soliha. Jangan lagi teralihkan perhatianmu. Kembali lahh lagj sibuk tingkatkan kualitas dirimu. Bukan kah kamu melihat dia adalah sosok yang mengagumkan? Lantas bukan kah lebih baik kamu pantaskan dirimu untuk mengharap dirinya pada sang pemilik?
Soliha percayalah, dia akan baikbaik saja. Allah akan memberikan penjagaan Nya melalui do'a-do'a mu.

Tidak lah perlu bertanya kabar, mengucapkannya selamat pagi/ selamat malam. Cukuplah kamu melihat dia baikbaiksaja.
Curahkan perhatian Mu dalam takwa agar rindu mu dapat terperantara oleh do'a yang tulus.

Soliha, jika ia belum datang. Bukan berarti Allah tidak menghendaki kau bahagia, coba kembali lihat. Allah masih memberimu kesempatan, merasakan bahagia bersama orang tuamu, bersamq keluargamu, sebelum akhirnya kau harus curahkan abdimu pada lelaki beruntung itu.

Jagalah dirimu, jagalah hatimu, jagalah cintamu.
Hingga saatnya tiba ia datang dan inginkan tanggung jawab atas dunia dan akhiratmu.

:)
Dari : ku
Untuk : ku

Waktu.......

Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat, aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka un...