30.6.20

MEREKA

aku dan hidup yang ku jalani...

Meskipun berat dan tak mudah, 
bahkan sering kali ingin menyerah.
tapi aku tau aku harus bertahan,
demi mereka yang menjadikan ku harapan,
mereka yang percaya padaku...
bahkan sebelum aku bisa mempercayai diriku sendiri...

ya...
ayahku...
ibuku...
aku ingin jadi sebaik-baiknya putri untuk mereka...

aku tau dan sadar...
apapun yang sampai saat ini dan nanti sanggup ku lakukan,
tidak akan sebanding dengan semua kasih sayang yang mereka berikan untukku.
bahkan mungkin mereka sering kali kecewa.

ya Allah...
terimakasih telah memberikan kasih sayang sempurna yang Engkau hadirkan melalui tangan lembut mereka,
ya Rabb...
untuk mereka selalu tak pernah henti ku panjatkan do'a pada-Mu, berilah mereka berkah Mu ya Rabb...
berilah mereka sehat, jauhkan mereka dari sakit baik lahir maupun batin,
ya Rahmann...
berikanlah mereka waktu yang panjang untuk bisa menemaniku di dunia yang singkat ini... berikanlah aku kesempatan tak terhitung untuk bisa melukis senyum bahagia diwajah keduanya ya Allah...
-aamiin-


25.6.20

Aku juga bingung.

Kalau pagi ini aku ucapkan maaf, pasti kamu bingung.
Untuk apa?
Sebenarnya ini hasil dari jam jam overthinking tadi di sepertiga malamku.
Aku pun minta maaf pada diriku sendiri.

Aku berkata pada diriku aku tidak layak menyayangimu, seberusaha apapun aku mencoba. Setelah ku pikir lagi, tetap saja aku tidak layak.

Aku mencari halaman kosong dibuku ku.
Untuk ku tulis ceritaku tentang dirimu,
Buku ini sudah hampir full, 70% memang diisi coretan dan sisa nya, adalah segudang rahasiaku yang hanya Allah yang bisa tau tanpa membacanya.

Setelah ku buka lembar per lembar. Akhirnya ada 1 halaman bersih.

Dulu aku berpikir, apapun yang aku ceritakan disini, aku tidak mau membuka seri baru, aku tidak mau menulis chapter II, aku lelah... aku hanya akan menulis yang paling tepat untuk ku tulis, untuk jadi penghabis di lembar kosong itu.

Jadi kamu aku tulis atau tidak? :)
Sudah atau tidak jadi?

Ku lihat lagi, aku sadar walau tidak ingin sadar. Kalau hanya aku yang meyakinkan diriku sendiri, meyakinkan perasaanku kalau aku "benar" telah menyayangi dirimu. Tapi kamu? Kamu mungkin marah kalau aku tetap ragu, tapi biasanya aku percaya perasaanku, dan yang aku rasakan... aku disini sendirian, menatap wajahmu yang terus menjawabku tapi tetap tertunduk.

************

Syifa nulis apa sih bingung...

18.6.20

CUKUP KAH?

cukup kah perasaan untuk menahan seseorang?
cukup kah jujur untuk mendapat percaya?
cukup kah memperhatikan untuk dapat paham?
cukup kah mendengar untuk dapat membuatmu terus bicara?
cukup kah menggenggammu untuk dapat menghilangkan cemasku?

kembali ku tanya padamu, cukup kah perasaanmu dengan dia bertahan ?
kembali ku tanya padamu, jujurkah kamu jika ia percaya?
kembali ku tanya padamu, tetapkah perhatianmu setelah kamu pahami dia?
kembali ku tanya padamu, lelahkah pendengaranmu jika ia terus berkata?
kembali ku tanya padamu, amankah ia jika tanganmu menggenggamnya?

cukup tidaknya sesuatu adalaah tergantung pada dirimu, tergantung pada sejauh mana perjuanganmu dan setinggi apa harapanmu.
karena perjuangan dan harapanmu haruslah 2 laju dengan 1 arah, yang akan bertemu pada titik yang sama dalam sebuah cukup.


12.6.20

Ia Takkan Berkehendak

Dear kamu,

aku tau aku hanya wanita biasa,
aku tau kalau aku hanya satu dari banyak yang mendo'akanmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang memantaskan diri untukmu,
aku tau kalau aku hanyalah satu dari mereka yang mengagumimu,
karena aku tau jumlah teman wanitamu pasti melebihi jumlah yang sanggup ku terka.

tapi aku tidak ingin memaksa,
aku tidak ingin mengiba.

untuk segala yang Allah telah gariskan,
aku yakin itu terbaik untuk diriku,
karena sememukau apapun kamu dimataku,
kalau bagi-Nya kamu bukan yang terbaik bagiku,
Ia takkan berkehendak,
pun sebaliknya diriku.



22.5.20

Aku pergi yaaaa...


Baiklah...
Sudah tidak apa-apa,

Walau sebenarnya aku belum ingin dan sungguh tidak ingin.
Tau nggak kenapa?
Sebenarnya aku ingin menetap,
Aku ingin tetap melihat senyummu,
Membuatmu tertawa,
Tapi aku tetap sadar diri,
Sadar porsi dan posisiku.

Aku pergi ya,
Untuk tak akan mengganggumu lagi,
Untuk lenyap dari duniamu,
Untuk kembali jadi asing bagimu.

Tapi boleh aku minta satu hal?
Aku ingin kamu tetap tersenyum dan lebih bahagia.
Bahagia yang tidak pernah bisa kamu undang aku didalamnya,
Karena aku sadar porsi dan posisi ku,
Iya
Aku bukan siapa-siapa.

Aku hanyalah asing yang menginginkan untuk berada dibelakangmu, 
mengiringi setiap jejakmu,
Mendukung apapun yang jadi citacitamu.
(Aku jadi support / tank hehe, demi Allah aku bahagia kamu savage) 

Memang aku udah ngelakuin apa ya?
Gak ada buktinya ya?
Bahkan tanpa pertemuan yang hanya bisa terjadi jika Allah berkehendak.
Tapi jauhh dari itu, 
Semua tersemat dalam harapan yang ku sebut do'a.

Aku sudahi ya...
Jadi pengikut rahasiamu...
Semoga jika kamu atau aku sudah tidak saling mengingat nama satu sama lain,
Aku masih bisa mengingat dirimu sebagai sebuah kisah manis yang pernah membuatku tersipu malu dihadapan-Nya...
Dan semoga disaat yang sama...
Allah juga menjaga do'aku agar tetap Ia menghendaki mu bahagia, walau tanpa hadirku dibelakangmu lagi....


16.5.20

Mungkin Bukan

Sebab bila masih ada ragu, mungkin memang bukan aku yakin yang kamu cari. 
Jika masih ada hal dalam diriku yang kemudian membuatmu berpikir untuk menimbangku sesaat setelah kamu mengetahuinya... ya mungkin bukan aku.

aku melihatmu dalam kagum bahkan apapun kurangmu aku tidak mau tau, bukan karna aku takut pandanganku akan berubah, tapi apapun itu memang aku tidak perduli, ntah kenapa Allah menjadikanmu lakilaki yg sangat luarbiasa dimataku. tapi.... kamu justru melihatku dari cacatku, aku bukan wanita sempurna, bahkan jauh dari kata itu, aku punya banyak kurang yang bahkan sudah cukup membuatku sedih tanpa perlu opini darimu, jadi terimakasih karna kemudian pandangan dan penilaianmu berhasil semakin mencedarai percaya diriku...


10.5.20

Sahabatku ini, Dia Wanita Biasa






bismillah...
sore ini sahabat aku nyepam di whatsapp ....
dia bilang dia mau curhat.

--------
dia bilang dia gusar, dia merasa seperti takut salah kalau tidak ada yang mencegah dia dan perasaannnya.
"kamu udah doa?"
"udah" jawabnya tersedusedu.
"terus gimana? yaudah lillah aja. biar Allah yang bawa kemana perasaan kamu."
sebentar dia diam dan cuma terdengar suara isak tangis dari sana, sebenernya awalnya aku bingung kenapa dia sedih, dia cuma ngelawan batin dan perasaannya sendiri. bukannya cuma dia yang harusnya paling paham? iya kan? hehe.
"justru karna aku udah lillah... biar Allah yang atur perasaan aku. cuma kyanya kok pas aku pikir. kya otak aku tuh kasian sama hati aku... otak aku mau berentiin hati aku... tapi gak bisa. aku harus gimana?" dia nangis sejadijadinya, aku bingung aku tenangin dia. rasanya kalau bukan inget ini lagi puasa, aku mau nyuruh dia duduk terus minum air dingin biar hati sama otaknya adem.
ok... aku tarik nafas... dan coba menelaah dan paham gimana perasaannya dan ngertiin dia sedang dalam kondisi apa.
"jadi kenapa? mungkin itu memang udah dari Allah. perasaan kamu... hati kamu.... kamu kan selama ini selalu isi dengan perasaan dan kepasrahan pada Nya kan? kenapa kamu takut dan kasian?" aku bertanya sambil berharap dia bisa memberiku cerita yang bisa aku paham tanpa perlu mutermuter.
dia memberikan penjelasan cukup lama. masih dengan nada terisak. panjang. rumit. tapi aku berusaha paham.
rasanya aku ingin bilang ke pemuda yang ia maksud. tapi gimana? sepertinya aku gak bisa bilang langsung. panjang ingin aku jelaskan, seandainya Allah izinin aku bicara. mungkin aku akan bilang begini:

Bismillah...
kepada kamu lakilaki yang dimaksud sahabatku, aku hanya ingin kamu tau, dia wanita biasa yang perasaannya mudah terbawa dan terluka.
aku sudah lama kenal dia, pernah dia menemukan perasaannya sendiri tersesat.
tapi dari yang ku lihat, seperti kamu lakilaki baik (semoga) maka untuk saat ini aku rasa aku belum perlu mencegah dia matimatian buat menarik diri dari hidupmu.
aku ingin kamu tau dan kenal dia, agar aku lega kalau kamu bisa tidak menyesal ngebaperin ukhti ini.
aku kenal dia, biasanya dia gak suka ngeladenin da buang2 waktu. aku tau dia gak suka kegeeran... makanya saat ia sadar dia baper kaya sekarang -_- kasian dia jadi ngerasa salah dan kerepotan sendiri

dia wanita biasa, dia tau dia bukan wanita yang luar biasa sholihah dan tak luput dari salah dan khilaf. tapi insyaallah dia yang aku kenal, adalah wanita yang selalu belajar mau menjadi akhwat yang terjaga dengan segala keterbatasannya.

dia wanita biasa, kadang dia gugup dan ngebosenin sampeeee bikin ilfil, tapi... disaat ia nyaman, ia akan jadi dirinya yang menyenangkan, yang kadang tingkahnya terlalu kebaca kalau ia tidak ingin kehilangan perhatian darimu.

dia wanita biasa, kadang ia keras kepala.... yaaa karena seperti poin awal, bisa diliat, dia sangat memperhatikan baik itu perasaannya atau logikanya. itu karena dia gak bisa cuek. sulit untuk dia mengalihkan perhatian, mungkin bisa tapi itu pasti setelah dia bersusah payah.

dia wanita biasa, yang ngeselin banget karena sifat nya yang susahhhhhhh percaya diri, dia selalu dan selalu ngerasa nggak pantes. sifat dia ini yang selalu bikin khawatir, walaupun sifatnya ini menjadikan ia wanita yang selalu berusaha harus lebih baik dan lebih baik karena merasa dirinya selalu kurang. dan mungkin Allah kasih dia sifat ini untuk jadi penjagaan paling kuat untuk dirinya. eemmmm ngerti gak sih maksudnya? wkwk.

dan masih banyak lagi alasan dia ya cuma wanita biasa.
jadi, semoga semoga semoga, aku cuma bisa berharap semoga semoga semoga, kamu bisa menerima segala "biasa" nya dia yang setelah kamu tau justru jadi "istimewa" bagimu. atau mungkin kalau bukan kamu, aku berharap ia bisa pantas mendapat lakilaki baik yang bisa begitu. :)

----

tambahan...
tadi setelah dia sepertinyaaa sudah mereda dengan perasaannya, dia bilang dia agak terkejud, saat ia berusaha tenang setelah shalat ashar, ia mendoakan mu.
dan ntah apa Allah beri pertanda secepat itu atau itu hanya kebetulan, ia bilang saat ia membaca qur'an setelahnya, ntah apa kebetulan bacaannya kemudian tepat di surat al-qasas ayat 24 (tau kan?), jadi gimana aku pun gatau... wallahualam, mungkin pertanda dari Allah, atau hanya kebetulan. akupun gak berani jawab hehe. aku hanya bisa memberi dia semoga dan semoga dalam do'a ku... :)

Waktu.......

Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat, aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka un...