maaf aku berbohong padamu, jika harus aku katakan dibalik kata baik-baik saja saat kamu begitu samar dalam nyataku, padahal begitu nyata dalam anganku. maaf jika aku katakan kalau aku baik-baik saja, padahal bersamaan hatiku sedang lelah menjamu rindu yang tak henti berkunjung. aku tidak ingin membagi sedihku padamu, biarlah hanya aku dan yang Maha Mendengar tangisku yang tau seberapa sesak aku menginginkan agar Ia tunjukkan kuasanya untuk hanya sekedar menghadirkan dirimu untukku, hal yang tidaklah sulit dan tidaklah mustahil bagi-Nya. maaf aku berbohong, ketika ku katakan kalau aku percaya kamu baik-baik saja sementara otak dan hatiku terus bekerja dengan banyak praduga, dibalik semua keterbatasann yang harus ku hadapi ketika aku menemani bayanganmu. kepadamu yang hadirnya akan membuat sang rindu berpulang, memberitahunya kalau waktu bertamu sudah usai, karena saat itu kala pada akhirnya aku bisa melihat senyata-nyatanya kedua matamu dan mendengar sejelas-jelasnya suara tenangmu. nta...
Setumpuk kata yang tertimbun dalam diam.... Belum tentu tentangku, belum tentu untukmu...