Langsung ke konten utama

Ketika...


Ketika aku menjadi halal bagimu

Ketika aku menjadi halal bagimu
Akan kuleburkan seluruh cintaku tanpa ragu hanya untukmu angin
Pun aku akan menjadi rumah terindahmu bernaung saat dunia sedang tak bersahabat denganmu

Ya.
Ketika aku menjadi halal bagimu
Sepenuh jiwa ini akan kuikhlaskan untuk menjadi makmum terbaikmu
Akan kutaati perintahmu sebagai penuntun menuju jalan terbaik untukNya

Pun aku akan menjadi pengingat setiamu ketika kau mulai dilema dan tergoda oleh kesenangan dunia
Akan kusanggupkan diriku menjadi madrasah terbaik di istana kecil kita

Percayakanlah dirimu dan buah hati kecil kita padaku
Kan ku didik mereka seperti kau mengajari dan menasihatiku dengan lembutnya
Dan seperti kau menyayangiku

Angin
Kelak akulah yang akan menyiapkan pakaian terbaik dan makanan yang kau sukai sebelum kau berjuang mencari nafkah bagi keluarga kecil kita

Kelak jangan lupakan kecupan pada keningku ketika kita memulai pagi dengan jalan yang berbeda namun dengan kasihNya yang sama

Jangan kau lupakan pula menyempatkan jemari indahmu diwaktu malam,untuk membelai rambutku,tatkala bercerita keluh kesah kita seharian

Agar dengan cara itu kita takkan pernah melupakan hari sejarah pernikahan kita dan perjalanan kisah ini

Adakah yang lebih indah daripada itu?

Angin
Mulailah belajar lebih manis lagi,sebab hatiku terlalu lembut untuk kau sakiti sebagai mahrommu nanti
Tetaplah belajar disana,sebab kelak kaulah panutanku pertama kalinya

Kini biarlah kita saling mendoa agar bertahan dalam kesendirian
Hingga seutuhnya kita menjadi cinta yang halal

Kukuhkanlah hanya satu cinta ya?
Hingga tak ada celah untuk berbagi
Sebab aku tak rela berbagi imam seindah dirimu angin

Dan aku akan sabar menunggu waktu menjadi milikmu seutuhnya
Dan percayalah
Kecantikan ini hanya akan terbuka untukmu saja

Bimbinglah aku nanti menjadi perhiasan terindahmu dan menjadi doa dalam bidadari surgaNya
Sebab aku percaya,
Kau memiliki takdir merubahku
Ya.
Dengan cara melengkapi dan saling menopang hati ketika mulai terjatuh

Ya.
Dirimu angin

Dan benar
Ketika aku menjadi halal bagimu.

#yukhijrah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Adalah Ibu Baru

(Sebuah Kisah Refleksi Diri) Awal Sebuah Dunia Baru Hidupku dulu terasa begitu sederhana. Setiap langkah seperti mengikuti alur yang sudah tertulis— sekolah, pekerjaan, mimpi-mimpi yang kubangun perlahan. Aku merasa memiliki kendali atas segalanya. Namun, saat aku tahu ada kehidupan kecil yang tumbuh dalam diriku, semuanya berubah. Aku tidak lagi hanya berjalan untuk diriku sendiri. Ada dunia baru yang menunggu, dunia yang penuh dengan ketidakpastian, tetapi juga penuh dengan kemungkinan yang tidak pernah kubayangkan. Kau hadir seperti angin yang lembut, membawa kabar baik sekaligus ketakutan. Apakah aku siap? Apakah aku cukup baik? Tapi satu hal yang pasti: kau adalah awal dari segalanya. Bab 1: Sebuah Kehidupan yang Mulai Berdenyut Ketika dokter pertama kali memberitahuku, aku hanya bisa diam. Ada rasa terkejut, bahagia, dan takut yang bercampur menjadi satu. Aku menyentuh perutku, masih datar saat itu, dan bertanya-tanya, seperti apa kau nanti? Hari-har...

Bianglala...

Malam ini langit cerah, tapi kamu bersikukuh kalau langit hari ini mendung dan dingin. tak ada bantahan, tidak bisa ku paksa cuaca untuk selaras hanya untuk menghibur perasaanku seolah kamu berada hanya beberapa meter disekitar tanah yang ku pijak.  Aku perempuan yang ingin kamu selalu jujur, tapi aku sendiri tidak bisa membohongi diriku kalau hati ku senang saat kamu berbohong, mengatakan sekarang baru masuk waktu maghrib, padahal aku tahu jelas-jelas kamu sudah selesai shalat isya. ketika aku menyayangi seseorang, sejujur itu aku pada perasaanku, tapi harusnya ku katakan sebenarnya aku sungguh-sungguh sudah lelah melalui perasaan yang bagai bianglala di wahana dufan ini, sesuka apapun aku naik wahana itu, pasti kepala ku akan pusing dan nafasku akan sesak jika terus menerus ku paksakan. aku tau kita masih bagai abu-abu, belum jelas warna dari cerita ini, ntah hitam atau putih. aku tau kalau aku hanyalah asing yang membuatmu terbiasa.  bahkan jika kita tidak lagi ada, aku yak...

"tapi sebenernya benar atau salah itu nggak berarti lagi, nggak ada pemenang..."