Teruntuk insan yang merasa lirih pada hatinya.
Sudahkah kita berkebun dengan benar didalam hati kita sendiri?
Terkadang Allah menangguhkan setiap harap kita, namun bukan berarti kita menjadikan hal itu menjadi pengakhiran dari segala harap kita.
Percaya Allah punya sesuatu yang tersimpan indah dibalik setiap sabar yang harus kita pupuk, hingga hal indah itu bisa menjadi buah yang bisa kita petik kelak.
Terkadang Allah menginginkan kita untuk menanam benih ikhlas, dengan mengambil hal-hal yang sulit untuk kita terima. Kita harus percaya Allah adalah sang Maha perencana, yang paling mengetahui apa yang baik dan paling baik untuk kita.
Memasuki musim panen. Kita akan menuai setiap nikmat, namun apa yang kita lakukan setelahnya? Tanami kembali hati kita dengan rasa syukur.
Semoga Allah selalu memberikan kesuburan pada hati kita, dan senantiasa menjauhkan hati kita dari ketandusan segala sifat yang dibenci-Nya. Aamiin
Waktu.......
Mengenalmu membuatku menjadi seseorang yang terlambat, aku bukan orang yang terlalu tepat waktu, tapi aku juga tidak biasa dan tidak suka un...
-
(Sebuah Kisah Refleksi Diri) Awal Sebuah Dunia Baru Hidupku dulu terasa begitu sederhana. Setiap langkah seperti mengikuti alur yang s...
-
Dulu, aku cuma bisa bayangin umur 30 itu tua banget sih. Kayaknya di usia itu orang orang tuh akan sudah selesai dengan usaha keras di hidu...
-
Malam ini langit cerah, tapi kamu bersikukuh kalau langit hari ini mendung dan dingin. tak ada bantahan, tidak bisa ku paksa cuaca untuk sel...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar