"Syifa itu bawel banget" Kata mama. Bisa cerita panjang lebar, bisa punya banyak hal untuk dikomentari, bisa tiba-tiba membahas hal kecil seolah-olah itu perkara paling penting di dunia. Tapi anehnya, di depan "orang lain" aku sering diam. Lebih banyak mendengar, memperhatikan. Kadang bahkan memilih menyimpan apa yang ingin kukatakan, walaupun sebenarnya di kepala sudah ada banyak sekali kalimat yang berdesakan. Lalu aku sering bertanya sendiri, Jadi, aku yang asli yang mana? Yang bawel atau yang diam? Mungkin keduanya. Aku yang bawel adalah aku ketika merasa aman. Aku yang diam adalah aku ketika sedang membaca keadaan. Bukan berarti yang diam itu palsu. Dan bukan pula yang bawel itu satu-satunya versi diriku yang sebenarnya. Barangkali manusia memang tidak hanya punya satu wajah. Ada bagian dari diri kita yang hanya berani keluar di tempat tertentu, bersama orang-orang tertentu, ketika hati tidak perlu sibuk berjaga-jaga. Jadi kalau aku bisa sangat ramai bersama se...
Setumpuk kata yang tertimbun dalam diam.... Belum tentu tentangku, belum tentu untukmu...